KUPING

KUPING
Ketika menginjakkan kaki pertama kali di Sekolah Alam Bekasi (SAsi), saya sudah jatuh cinta dengan sekolah ini, betapa tidak hamparan rumput yang hijau disertai rimbunnya pepohonan menjadi daya tarik tersendiri bagi diri saya, terlebih suasana ini adalah suasana yang aku rindukan karena terakhir suasana hijau royo-royo aku temui di Kampusku tercinta Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS SOLO).
Dilahirkan dan dibesarkan dari pasangan guru, membuat saya tidak merasa asing dengan dunia pendidikan terutama mengajar, masa kecil saya sering ikut ibu atau ayah mengajar di sekolah, dan saat menginjak dewasa ketika saya harus mengajar menjadi sebuah hal yang lumrah. Mungkin karena faktor tersebut saya terbiasa berhadapan dengan orang-orang banyak. Pengalaman mengajar pertama saya dapat ketika duduk dibangku kuliah, saya dan teman-teman dalam organisasi kampus membatu sebuah TK dan TPA Al Ikhlas di Kampung Gulon, Kentingan, Jebres, Surakarta.
Misi saya dan teman-teman organisasi adalah berusaha memberikan pendidikan dasar yang terbaik khususnya pendidikan dasar agama. Anak-anak yang kami ajar didominasi oleh mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan, maka dari itu kamipun tidak segan mengerahkan ilmu apa yang bisa kami tularkan kepada mereka yang bisa menunjang mereka di masa depan.
Pengalaman Berbeda
Sebuah pengalaman yang saya anggap berbeda ketika mengajar di SAsi, bukan karena sekolahan ini di dominasi playground atau halaman yang luas dengan bangunan yang mengambil konsep alami (saung). Namun terlebih hadirnya anak berkebutuhan khusus (ABK) yang ikut dalam kelas anak reguler, artinya mereka hadir dan ikut belajar ditengah-tengah anak yang normal. Uniknya kehadiran ABK dalam kelas disambut baik oleh anak-nak yang normal, seolah-olah mereka mengangap bahwa anak ABK itu juga normal, sama dengan mereka.
Anak ABK memang di dampingi oleh guru shadow yang membantu mereka dalam hal pembelajaran namun adapula ABK yang tidak didampingi oleh shadow karena beberapa alasan dan setelah observasi mendetail yang secara mendalam. Secara fisik anak ABK akan terlihat berbeda dari mereka yang normal sesuai dengan apa yang diderita mereka, mulai dari autis, emotional control, ADHD, hyperaktif dan lainnya. Sampai saat ini saya juga belum terlalu mendalam memahami mereka, namun satu catatan yang pasti dari anak ABK adalah saya mendapatkan pelajaran dan pengalaman yang sangat berharga dari mereka.
Namannya Ahmed
Muhammad Zahran Sya’bani atau lebih dikenal dengan nama Ahmed. Ia merupakan salah satu dari beberapa ABK yang ada di SAsi. Ahmed didiagnosis oleh tim Talenta (yang menangangi anak ABK) mengidap gejala ADHD yaitu sebuah gangguan konsentrasi (Attention Disorder), sehingga ia butuh bimbingan untuk mampu diarahkan kepada apa yang harus dicapai, jika tidak maka anak ADHD bisa kesulitan dalam kehidupan sehari-hari.
Saya mengenal Ahmed belum lama baru sekitar 4 bulan ini, semenjak saya diterima di SAsi Januari 2012 , namun saya mempelajari gerak gerik tingkah lakunya secara intensif baru 2 saja, hingga sedikit banyak saya dapat pelajaran yang sangat berharga dari Ahmed. Kegiatan mengamati gesture seseorang adalah sesuatu hal yang menyenangkan bagi saya, karena dari sana kita mampu membaca arah pikiran dan kepribadian sesorang hanya dari gesturenya saja.
Hanya saja khusus bagi Ahmed saya tidak bisa membaca arah pikiran dan kepribadiaanya, mungkin karena dia adalah anak spesial. Sayapun tidak kehilangan akal untuk mengetahui apa dan bagaimana Ahmd yaitu melalui guru pendamping atau guru shadownya. Berdasarkan informasi yang saya peroleh Ahmed pada awal-awal masuk merupakan anak yang sulit diam, ia tidak ingin berbaur dengan lingkungannya terkesan cuek dan acuh dengan lingkungan. Menurut cerita guru pendamping, Ahmed pernah memukul, melempar benda-benda disektarnya, menjambak, mencakar dan menggigit saat dia dalam keadaan tantrum (emosi tinggi) sang guru pendaping.
Kisah Ahmed saat tantrum memang membuat saya terhenyak sampai seperti itukah anak ADHD?, akhirnya saya mendapat keterangan yang melegakan bahwa saat ini Ahmed sudah bisa mengontrol emosinya, sehingga tidak akan terjadi hal-hal yang menyakitkan lagi. Penjelasan yang lain yang membuat saya heran adalah kebisaan Ahmed yang senang memegang kuping orang lain terutama guru atau teman yang dia kenal. Sebelummnya Ahmed punya kebiasaan yang tidak baik yaitu (maaf) memegang kelamin dirinya sendiri, namun hal tersebut sudah berlalu dan sebagai gantinya ia senang memburu kuping.
Ahmed merupakan anak yang cerdas walau ia penderita ADHD terbukti ia mampu menulis dan membaca dengan sangat baik, buku favoritnya adalah 25 Nabi dan Rasul yang selalu ia ceritakan bahkan dinyanyikan urutan nabinya dalam sebuah lagu. Tetapi jangan harap ketika ia mulai tidak berkonsentrasi maka semuanya mejadi tidak beraturan dan terkesan ngawur.
Yualaihim Yualaihim Yualaihim
Dalam pandangan teman-temannya Ahmed adalah anak yang lucu dan konyol bahkan mereka sering dibuat tertawa oleh Ahmed. Anda pasti kenal dengan tokoh MR. Bean bukan ? yang diperankan oleh aktor asal Inggris Rowwan Atikson, Ahmed merupakan penggemar berat MR. Bean bahkan ia mampu menirukan suara Mr. Bean saat berbicara dan juga goyangannya. Pernah anak-anak dibuat tertawa saat shalat karena Ahmed mengeluarkan kekonyolannya.
Ketika Imam takbiratul ikhram, maka semua murid mengikutinya tidak terkecuali Ahmed yang ikut shalat, pada saat hening Ahmed eraksi dengan kekoyolannya yaitu dengan bergoyang ala Mr. Bean sambil berujar dengan nyaring “Yualaihim Yualaihim Yualaihim”. Sontak suara tertawa meledak dari anak-anak terdengar karena tidak kuat dengan gumaman Ahmed.
Begitulah Ahmed yang membuat tersenyum teman-temannya, fakta unik dan menariknya adalah Ahmed selalu mengingatkan temannya jika berbuat tidak baik, seperti saat ia melihat Ryo yang tantrum dengan reaksi cepat Ahmed berkata “Ryo jangan marah-marah tidak baik” ucap Ahmed. Ketika saya melihat hal tersebut saya kaget sekaligus takjub, Subhanallah, Ahmed mampu menunjukkan sikap kepeduliannya terhadap sesama dengan cara mengingatkan sungguh hal ini merupakan kemajuan yang sangat positif, karena sebelummnya Ahmed adalah sosok yang super cuek.
Kuping
Kuping adalah bagian yang sekarang menjadi favorit Ahmed untuk dipegang, entah bagaimana prosesnya dia jadi terobsesi dengan kuping, hanya saja saat ini saya menjadi sasaran pencarian kuping oleh Ahmed. Sebenarnya Saya dan rekan-rekan guru yang lain sudah berusaha mengalihkan perhatiannya dari kuping ke kelitik badan hanya saja usaha tersebut belum berhasil. Ia selalu bilang ketika “berburu” kuping yaitu “Pak Azis, aku mau makan kupingnya pak Azis, bolehkah aku main dengan kuping pak Azis, dan sambil bernyanyi kuping-kuping. Ya begtulah Ahmed yang saat ini sangat terobsesi dengan kuping dan sayapun merenung kenapa Ahmed terobsesi kuping.
Doa dan Harapan
Walaupun ini hanya analisa pribadi saya berdasarkan pengamatan dan perenungan, dan tentu saja bisa salah, namun secara umum saya mencoba meerjemahkan kenapa Ahmed selalu “memburu” kuping orang lain. Saya jadi teringat terhadap bahasa sanepan yaitu sebuah bahasa yang digunakan masyarakat jawa untuk menyembunyikan hal yang sebenarnya, atau bisa dikatakan sebagai bahasa metafora, sebagai contoh Nggih niki gubuk kulo monggo mampir (Iya, ini rumah saya silakan berkunjung).
Melihat hal demikian saya melihat Ahmed ingin mengutarakan sesuatu dan itu merupakan Doa dan Harapan setiap orang kepada Ahmed, dan tentu saja doa dan harapan ahmed itu sendiri. Dalam analisa saya kenapa Ahmed pegang kuping? Karena Ahmed ingin menyampaikan pesan dan didengarkan doa-doanya yaitu :
KUPINGin sembuh dari ADHD
KUPINGin membahagiakan orang tuaku
KUPINGin berprestasi seperti teman-temanku
KUPINGin jadi anak shaleh yang berbakti kepada orangtuaku
KUPINGin guruku bangga
KUPINGin melihat semua orang yang mencintaiku bahagia
KUPINGin berterima kasih kepada semua orang yang membantuku dan membuatku bahagia
Walau tulisan diatas adalah analisa saya, akan tetapi saya yakin Anda akan setuju dengan apa yang ada diatas dan Anda dapat menambahkan doa dan harapan di atas agar Ahmed lebih hebat lagi dan menjadi manusia seutuhnya. Saya sangat yakin kepada Allah SWT yang Maha Mengabulkan segala doa, suatu saat nanti Ahmed pasti sembuh.

—————————————————-000—————————————————
Penulis : Azis Turindra
Nantikan cerita lain soal Ahmed dan Kawan-kawannya

0 Responses to “KUPING”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Arsip

RSS turindra

  • Efek Anak Sekolah Terlalu Dini
    Selama mengajar di sekolah Alam Bekasi saya menemukan berbagai macam tipe anak, ada anak yang aktif, pendiam, atau yang biasa saja. Namun kadangkala saya berfikir juga tentang riwayat pendidikan si anak di keluarganya apakah dia pernah di porsir atau memang baru pertama kai sekolah, iseng-iseng saya baca tulisan dan sepertinya tulisan ini bisa jadi referensi […]
    Azis Turindra
  • Sebuah Renungan tentang kecerdasan
    Dipapan tulis, saya menggambar sebatang pohon kelapa tanpa pemilik ditepi pantai, lalu sebutir kelapa yang jatuh dari tangkainya. Kemudian saya bercerita tentang 4 anak yang mengamati fenomena alam jatuhnya buah kelapa ditepi pantai itu. Anak ke 1 : dengan cekatan dia mengambil secarik kertas, membuat bidang segi tiga, menentukan sudut, mengira berat kelapa, […]
    Azis Turindra
  • Sekolah Alam Turindra Nusantara (SATURNUS)
    Sekolah Alam Turindra Nusantara disingkat SATURNUS merupakan pengembangan dari metode sekolah alam yang dicetuskan oleh Lendo Novo pada tahun 1998. Sekolah ini memiliki visi 4 pilar yaitu ketaqwaan, kepemimpinan, entreprenuer dan keilmuan. Adapun misi dari SATURNUS adalah sebagai berikut 1. Membentuk ketaqwaan melalui lingkungan dan kebiasaan beribadah serta […]
    Azis Turindra

%d blogger menyukai ini: