PRINSIP PRINSIP PERATURAN DAN PENJATUHAN SANKSI

PRINSIP PRINSIP PERATURAN DAN PENJATUHAN SANKSI

 Peraturan adalah upaya penyadaran Akhlak (hablun minaLlah dan Hablun minannas) bukan untuk menjadikan manusia seperti robot.
 Peraturan dibuat dan/atau diterapkan bukan untuk mengendalikan orang lain tetapi agar setiap orang secara sadar mengendalikan diri.
 Gunakan positif statetment dalam setiap peraturan (rules) dan sebisa mungkin hindari kalimat negatif seperti jangan atau tidak boleh kecuali pada rambu-rambu.
 Semakin sedikit peraturan semakin mudah diingat dan dipatuhi.
 Peraturan dibuat untuk ditegakan bukan untuk diabaikan maka jangan membuat atau menerapkan peraturan yang tidak dapat ditegagkkan
 Manusia terkadang perlu sanksi untuk penyadaran (pelajaran & efek jera)

PRINSIP PRINSIP PERATURAN DAN PENJATUHAN SANKSI
 Penerapan Sanksi harus berdasarkan peraturan.
 Tidak boleh menerapkan sanksi sebelum adanya peraturan.
 Syariah, konvensi atau nilai dan norma yang berlaku umum (‘urf/ adat) harus disadari sebagai peraturan yang berlaku
 Tujuan Peraturan dan Penjatuhan Sanksi
 Mengembangkan Sikap dan Perilaku dasar yang utama seperti.
 Saling berkasih sayang dan menghormati
 Menjaga kebersihan diri dan lingkungan
 Selalu berusaha tepat waktu dan tidak menyia-nyiakan waktu.
 Mendorong sikap berani dan bertanggung jawab serta jujur dan amanah.
 Menjaga keselamatan, mencegah bahaya Jiwa (mematikan) Raga (melukai/mencederai)
 Menjaga hak dan kepentingan umum, mencagah kerusakan / kerugian Properti & Lingkungan
 Menjaga harmoni, Mencegah gangguan kegiatan individu, kelompok dan masyarakat.
 Menjaga manfaat, mencegah hal sia-sia
 Menegakkan Syari’at & Menghormati kesepakatan
 Sebagai hamba Allah
 Sebagai KhalifatuLlah fil ardh
 KATAGORI SANKSI SYARIAH
 Qishash (balasan setara) atas tindakan yang membahayakan jiwa / raga.
 Hudud (ancaman maksimum) atas tindakan merugikan hak orang lain atau kepentingan umum.
 Ta’dzir (penghalang) atas perbuatan yang menyebabkan disharmoni atau menggangu.
 Kafarat (kompensasi) atas seluruh pebuatan negatif dan perbuatan yang tidak bermanfaat atau sia-sia.
 Hindari Pendekatan Reward & Punishmet
khususnya dalam dunia pendidikan
 Pengendalian terjadi dari luar diri.
 Capaian terbatas pada target yang ditetapkan oleh pembuat aturan.
 Pebuatan dilakukan dengan terpaksa.
 Mematikan semangat dan kreatifitas
 Menimbulkan dendam
 Perbedaan Hukuman dan Sanksi
Hukuman Sanksi
Sesuatu yang menyakitkan harus terjadi Sesuatu harus terjadi
Membuat anak sakit (fisik mau pun hati) untuk jangka waktu lama Membuat anak merasa tidak nyaman dalam jangka waktu pendek
Hanya berlaku dalam suatu kelembagaan: tidak berlaku dalam dunia nyata Menolong pembangunan manusia dan bagaimana mengikuti aturan dalam masyarakat.
Anak membenci kedisiplinan Anak menghargai disiplin
Paksaan Stimulus-tanggapan
Mendorong anak menyakiti diri sendiri Mendorong anak agar mudah menyesuaikan diri
Konsep diri yang buruk Konsep diri yang baik
Anak belajar untuk menyembunyikan kesalahan Anak belajar untuk mematuhi peraturan
Marah, rasa bersalah, dipermalukan, merasa tak dihargai Kehilangan hak, dibuat tidak nyaman, diasingkan untuk sementara (time out)

Aplikasi
Coba buat peraturan sekolah atau kelas berikut sanksi atas pelanggarannya versi anda masing-masing!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s