mesin pengolah buah (vacuum Frying)

Vaccum Frying atau Mesin Penggorengan Vakum merupakan pembuatan makanan kering berbahan dasar buah-buahan melalui teknologi penggorengan vakum.

Alat ini berfungsi untuk menggoreng buah, sehingga diperoleh hasil, antara lain, keripik nangka, salak, jamur dan sukun.

vacuum frying
vacuum frying

Keunggulan alat ini adalah dapat menjaga warna produk sesuai warna aslinya dengan suhu rendah, disamping harga yang lumayan murah karena dibuat di dalam negeri.

Bagian utama penggoreng vaku ini terdiri dari

(i) Tabung penggorengan,

(ii) Kondensor,

(iii) Kerangka utama,

(iv) Unit Pembangkit vakum,

(v) Unit pemanas, (vi) Bak penampung air,

(vii) Unit kontrol suhu, dan

(viii) Unit pengaduk penggorengan.

Untuk mengoperasikan alat ini cukup mudah. Pertama, kompor pemanas dinyalakan sampai suhu minyak 70–75oC, lalu masukkan bahan-bahan (buah-buahan) yang sudah dikupas dan diiris ke dalam keranjang. Proses pemvakuman tabung penggoreng dilakukan sampai tekanan –700 mm Hg.

Setelah minyak mendidih bahan diturunkan melalui sistem pengaduk dan biasanya tekanan turun. Lakukan pengadukan selama proses penggorengan. Lamanya proses penggorengan bervariasi, antara 60 – 80 menit, tergantung jenis bahan yang digoreng.

Iklan

4 Comments Add yours

  1. Saung Tani berkata:

    Bagus sekali mas, terutama untuk memanfaatkan potensi buah-buhan agar bisa meningkat nilai tambahnya bukan hanya dikonsumsi segar saja.

    1. Azis Turindra berkata:

      Betul seharusnya petani kita mampu melihat lebih jauh potensi yang selalu ada di sekitarnya dengan memanfaatkan teknologi yang berkembang

  2. Betul sekali Pak, sekarang sudah banyak petani kita yang melek teknologi. Buktinya mesin Vacuum Frying buatan kami telah dipakai oleh banyak petani/pengusaha lokal di daerah sampai ke pelosok negeri.

    Info selengkapnya tentang Mesin Vacuum Frying untuk produksi aneka jenis keripik buah silahkan kunjungi website resmi kami di http://www.vacuumfrying.com

    Terima kasih.

    1. Azis Turindra berkata:

      Sebuah inovasi yang diterapkan di masyarakat petani seharusnya juga ada proses pembinaan (maintenance) yang berkelanjutan, demi tercapai keeimbangan yang baik, tanpa merugikan kedua belah pihak, terima kasih telah berkujung di blog kami, terima kasih infonya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s