Monumen Banjasari Surakarta

Sebagai kota yang mengedepankan sektor penting yaitu sektor perdagangan, pendidikan dan pariwisata, kota surakarta selalu berbenah dan juga memeperbaki keadaan. Kawasan Banjarsari Solo dahulu merupakan tempat yang kumuh sebenarnya kawasan tersebut adalah kawasan yang asri namun entah kenapa dan siapa yang memulai kawasan bersejarah tersebut menjadi kumu. Adanya pedagang Khlitikan menjadikan kawasan yang digunakan unmuk memperingati perjuangan 4 hari tentara Indonesia dan rakyat solo di sulap menjadi pasar. Pemerintah kota saat itu tidak berdaya karena harus memindahkan ratusan pedagang yamh sudah terlanjur lama menetap disana. dibawah kepimpinan Ir. Joko Widodo diambil langkah pemindahan ke kawasan Silir, Semanggi. Tentu saja rencana pemindahan tersebut mendapat pertentangan yang keras dari ratusan pedagang, dikarenakan mereka khawatir apabila direlokasikan maka penghasilan mereka pasti turun, seperti yang diketahui kawasan silir yang berbatasan dengan Sukoharjo merupakan kawasan yang identik dengan kawasan yang tidak “ramah” dan juga dianggap tidak strategis. Namun Ir. Jokowi (sapaan akrab walikota Solo) meyakinkan para pedagang, dan akhirnya pedagang mau pindah, dalam acara pindahannpun dibuat menarik yaitu dengan diadakan pawai dari kawasan monumen banjarsari menuju semanggi.

Kawasan Asri Banjarsari

Kejadian tersebut terjadi beberapa tahun yang lalu sekarang kawasan banjar sari menjadi kawasan yang bersih so chek this pic

Surakarta
Sekitar Monumen Banjarsari
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s