Re-engginering penyuluhan pertanian

re enginering penyuluhan pertanian melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
a) Identifikasi kasus
b) Identifikasi keadaan sekarang dan sebelum terjadinya kasus
c) Identifikasi masalah, peluang, dan pihak-pihak yang terkait (yang dirugikan maupun yang diuntungkan)
d) Aspek-aspek yang mendukung perubahan, oleh siapa, dan menga-pa?
e) Aspek-aspek penyebar luasan perubahan, oleh siapa, dan menga-pa?
f) Pembiayaan, dll.

Di samping itu, Qamar (2001) mengingatkan bahwa memasuki milenium baru, diperlukan:

a) Client orientation, yaitu penyuluhan yang dirancang secara khusus khusus untuk setiap kelompok-sasaran
b) Lokalitas, yaitu penyuluhan yang memperhatikan kondisi fisik dan sosial-budaya setempat yang spesifik.
c) Penerapan metoda yang efektif, berdasarkan pengalaman setem-pat.
d) Penggunaan media elektronik yang semakin luas (radio, TV, multi-media (CD), internet, dll
e) Pemanfaatan modul jarak-jauh, jika:
1) terbatasnya penyuluh dan sarana transportasi
2) bahasa mnerupakan hambatan dalam komunikasi langsung
3) sumberdaya penyuluhan sangat menurun
4) kondisi geografi tidak memungkinkan
5) terdapat kendala budaya (tabu) dalam pelaksaanaan kunjung-an
f) kerjasama dengan kegiatan penyampaian pesan non-pertanian.
g) pengembangan penyuluhan partisipatip
h) keterpaduan antar disiplin keilmuan
i) Penilaian dampak dan manfaat kegiatan penyuluhan
j) Peningkatan peran dalam pembangunan (keluarga) yang berkelanjutan

3 Responses to “Re-engginering penyuluhan pertanian”



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Arsip

RSS turindra

  • Efek Anak Sekolah Terlalu Dini
    Selama mengajar di sekolah Alam Bekasi saya menemukan berbagai macam tipe anak, ada anak yang aktif, pendiam, atau yang biasa saja. Namun kadangkala saya berfikir juga tentang riwayat pendidikan si anak di keluarganya apakah dia pernah di porsir atau memang baru pertama kai sekolah, iseng-iseng saya baca tulisan dan sepertinya tulisan ini bisa jadi referensi […]
    Azis Turindra
  • Sebuah Renungan tentang kecerdasan
    Dipapan tulis, saya menggambar sebatang pohon kelapa tanpa pemilik ditepi pantai, lalu sebutir kelapa yang jatuh dari tangkainya. Kemudian saya bercerita tentang 4 anak yang mengamati fenomena alam jatuhnya buah kelapa ditepi pantai itu. Anak ke 1 : dengan cekatan dia mengambil secarik kertas, membuat bidang segi tiga, menentukan sudut, mengira berat kelapa, […]
    Azis Turindra
  • Sekolah Alam Turindra Nusantara (SATURNUS)
    Sekolah Alam Turindra Nusantara disingkat SATURNUS merupakan pengembangan dari metode sekolah alam yang dicetuskan oleh Lendo Novo pada tahun 1998. Sekolah ini memiliki visi 4 pilar yaitu ketaqwaan, kepemimpinan, entreprenuer dan keilmuan. Adapun misi dari SATURNUS adalah sebagai berikut 1. Membentuk ketaqwaan melalui lingkungan dan kebiasaan beribadah serta […]
    Azis Turindra

%d blogger menyukai ini: