Penyuluhan pertanian di masa reformasi

Sejak bergulirnya reformasi pada awal 1998, yang diikuti dengan diberlakukannya UU No. 22 Tahun 1999 (yang telah diubah menjadi UU No. 32 Tahun 2004) tentang Pemerintahan Daerah, telah membawa perubahan yang mendasar bagi sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dari pemerin-tahan yangsentralistik menjadi desentralisasi yang memberi kewenangan yang luas, nyata dan bertang-gung-jawab kepada daerah.
Dengan kewenangan yang luas tersebut diharapkan agar daerah dapat mandiri dan mengembangan kemampuan dan prakarsanya untukmengelola sum-berdaya yang ada bagi kesejahteraan masyarakat. Di samping itu berkenaan dengan penyelenggaranotonomi daerah yang menekankan padaprinsip-prinsip demokrasi, peran serta masyarakat, pemera-taan dan keadilan serta memperhatikan potensi dan keaneka-ragaman daerah, membuka tantangan besar bagi daerah untuk meli-batkan peran serta masyara-kat dalam memajukan daerah.Lebih lanjut, kebijak-an tersebut juga dimaksudkanuntuk mendorong pemberdayaan masyarakat, menumbuhkan prakarsa dan kreativitas, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Perubahan sistem pemerintahan tersebut. Juga ber-dampak pada desentralisasi penyuluhan pertanian yang jauh-jauh hari sudah diserahkan kepada peme-rintah Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud dalam Surat Keputusan Bersama antara Menteri Dalam Negeri dengan Menteri PertanianNo. 54 Tahun 1996/301/Kpts/ LP.120/4/96.

Pentingnya kebijakan desentralisasi penyuluhan pertanian, sebenarnya sudah disampaikan oleh Margono Slamet (1986) pada Kongres PERHIPTANI ke I di Subang, untuk menggantikan sistem penyu-luhan yang bersifat regulatif sentralistis ke arah sistem penyuluhan yang fasilitatif partisipatif.

Tentang hal ini, World Bank melaporkan bahwa di beberapa negara Amerika Latin, desentralisasi penyu-luhansudah berlangsung sejak dasawarsa 1980-an.Dari kajian di 19 negara, 13 megara di antaranya telah melaksanakan desentralisasi penyuluhan perta-nian sejak awal dasawarsa 1990-an.

Desakan tentang pentingnya desentralisasi penyuluh-an pertanian, sebenarnya semakin dirasakan penting-nya sejak awal dasawarsa 1990-an,terutama terkait dengan:

a)desentralisasi administrasi, yaitu pergerakan tang-gung-jawab kegiatan penyuluhan kepada peme-rintah daerah.

b)desentralisasi politik, untuk mengembangkan keterlibatan/partisi-pasi masyarakat dalam pene-tapan program-program prioritas,perencanaan, dan pengelolaannya

c)desentralisasi fiskal, untuk memberikan

d)tanggungjawab fiskal kepada pemerintah daerah dan kelompok-kelompok produsen

Tetapi, selama masa reformasi kegiatan penyuluhan pertanian yang dilakukan oleh pemerintah dinilai merosot sampai ke titik nadir (Slamet, 2005).

1 Response to “Penyuluhan pertanian di masa reformasi”


  1. 1 adeliruspitaaa Juni 21, 2010 pukul 5:49 am

    penyuyluhan sangat dibutuhkan dalam dunia pertanian untuk meningkatkan produktivitas petani


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Arsip

RSS turindra

  • Efek Anak Sekolah Terlalu Dini
    Selama mengajar di sekolah Alam Bekasi saya menemukan berbagai macam tipe anak, ada anak yang aktif, pendiam, atau yang biasa saja. Namun kadangkala saya berfikir juga tentang riwayat pendidikan si anak di keluarganya apakah dia pernah di porsir atau memang baru pertama kai sekolah, iseng-iseng saya baca tulisan dan sepertinya tulisan ini bisa jadi referensi […]
    Azis Turindra
  • Sebuah Renungan tentang kecerdasan
    Dipapan tulis, saya menggambar sebatang pohon kelapa tanpa pemilik ditepi pantai, lalu sebutir kelapa yang jatuh dari tangkainya. Kemudian saya bercerita tentang 4 anak yang mengamati fenomena alam jatuhnya buah kelapa ditepi pantai itu. Anak ke 1 : dengan cekatan dia mengambil secarik kertas, membuat bidang segi tiga, menentukan sudut, mengira berat kelapa, […]
    Azis Turindra
  • Sekolah Alam Turindra Nusantara (SATURNUS)
    Sekolah Alam Turindra Nusantara disingkat SATURNUS merupakan pengembangan dari metode sekolah alam yang dicetuskan oleh Lendo Novo pada tahun 1998. Sekolah ini memiliki visi 4 pilar yaitu ketaqwaan, kepemimpinan, entreprenuer dan keilmuan. Adapun misi dari SATURNUS adalah sebagai berikut 1. Membentuk ketaqwaan melalui lingkungan dan kebiasaan beribadah serta […]
    Azis Turindra

%d blogger menyukai ini: