Menegenal sejarah penyuluhan di indonesia bagian 1

Sejarah mencatat bahwa kegiatan penyuluhan pertanian yang pertama kali dilaksanakan pada awal abad ke 20, diorganisir oleh perguruan tinggi dan instansi pemerintah.

Di Indonesia, sejak jaman penjajahan hingga sampai dengan dasawarsa 1980-an, kelembagaan penyuluhan pertanian hanya dilakukan oleh instansi pemerintah. Tetapi seiring dengan kebijakan pembangunan pertanian yang semakin memberikan peluang bagi perguruan-tinggi, swasta, dan LSM, sehingga peran pemerintah nampak semakin berkurang, meskipun dalam praktek masih didominasi oleh institusi pemerintah.

Penelusuran tentang beragam kebijakan dan kelembagaan penyuluhan pertanian yang pernah dipraktekkan di Indonesia, menunjukkan beragam model yang layak dijadikan acuan di masa-masa mendatang
Penyuluhan Pada Masa Penjajahan Belanda

Kelembagaan penyuluhan pertanian yang pertama-tama dikembangkan oleh pemerintahan Hindia Belanda adalah Departemen Pertanian (Department van Landbouw), yang didirikan pada tahun 1905. sedang pelaksanaannya dilakukan oleh pejabat Pang-reh Praja (PP).

Pada tahun 1910 dibentuk Dinas Penyuluhan Per-tanian (Landbouw Voorlichting Dienst), tetapi baru benar-benar berperan sebagai lembaga penyuluhan pertanian yang mandiri, sejak diubah menjadi Dinas Pertanian Propinsi terlepas dari PP pada tahun 1918,

(1)Pembangunan Kebun Raya Bogor

Kebun Raya yang dibangun pada 17 Mei 1817 oleh Reindwardt tersebut, merupakan kebun koleksi tanaman yang memiliki potensi dikembangkan sebagai komoditas baru yang laku di pasar internasional (kelap-sawit, ketela pohon, dll)

(2) Pelaksanaan Tanam Paksa (Cultuurstelsel)

Pelaksanaan Tanam Paksa (1831-1917) sering hanya ditonjolkan sisi negatifnya karena dilakukan dengan cara pemaksaan dan kurang memberi manfaat bagi masyarakat pribumi dibanding yang dinikmati pemerintah Belanda.

Tetapi, sebenarnya mengandung sisi baik, dalam arti dibentuknya komisi yang terdiri dari petugas-petugas Pangreh Praja (PP) yang bertugas melakukan per-cobaan dan penyuluhan untuk peningkatan produksi.

(3) Pembentukan Departemen Pertanian

(Department van Landbouw)

Dengan dibentuknya Departemen Pertanian pada 1905 kegiatan penyuluhan pertanian mulai diinten-sifkan. Tetapi manfaat penyuluhan kurang dirasakan petani karena dilaksanakan oleh petugas Pangreh Praja (PP) dan bukannya langsung kepada petani.

Karena itu, pada 1908 mulai diangkat pembantu penasehat pertanian (Assistent Landbouw Adviseurs) tamatan Sekolah Pertanian (Land-bouwschool)

(4) Pembentukan

Landbouw Voorlichting Dienst (LVD)

Pada tahun 1910, dibnetuk LVD, dengan tugas pokok melaksanakan penyuluhan, tetapi kegiatan penyuluh-an masih berada pada PP.Karena itu, kegiatan penyuluhan dilaksanakan baik secara halus maupun secara keras.

Kondisi tersebut baru mengalami perubahan setelah pada 1921 LVD dijadikan Dinas Pertanian Propinsi yang terlepas dari PP,Sejak saat itu, LVD (di sam-ping tetap menjadi penasehat PP) berdiri sendiri untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan dan ber-tanggungjawab langsung kepada Departemen Perta-nian.

(5) Penyuluhan Oleh LVD

Beberapa kemajuan dicapai melalui penyuluhan yang dilakukan oleh LVD.Salah satunya adalah, mulai ditinggalkannya cara-cara kekerasan dalam kegiatan penyuluhan.

Pada 1910, sebenarnya sudah mulai pendidikan pertanian di sekolah rendah.Pada 1918 terdapat 21 sekolah pertanian, tetapi kurang mendapat perhatian masyarakat. Antara 1920-1927, sekolah-sekolah pertanian tersebut diubah menjadi Sekolah Usahatani atau SUT (Landbouwbedrijf School) yang di antara lulusannya bekerja pada LVD.

Padatahun 1927, dimulai penyelenggaraan Kursus Tani Desa (KTD).Pada tahun 1938, terdapat 206 KTD di Jawa dan 16 buah di Luar Jawa dengan jumlah murid sebanyak 6.000 Orang.

2 Responses to “Menegenal sejarah penyuluhan di indonesia bagian 1”


  1. 1 kodir Desember 4, 2011 pukul 12:46 pm

    setiap penyuluh pertanian hendaknya mengerti dan memahami sejarah penyuluhan pertanian di indonesia sejak kolonial,orde lama, orde baru, orde reformasi, dan bagaimana langkah kedepan dunia penyuluhan pertanian di indonesia


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Arsip

RSS turindra

  • Efek Anak Sekolah Terlalu Dini
    Selama mengajar di sekolah Alam Bekasi saya menemukan berbagai macam tipe anak, ada anak yang aktif, pendiam, atau yang biasa saja. Namun kadangkala saya berfikir juga tentang riwayat pendidikan si anak di keluarganya apakah dia pernah di porsir atau memang baru pertama kai sekolah, iseng-iseng saya baca tulisan dan sepertinya tulisan ini bisa jadi referensi […]
    Azis Turindra
  • Sebuah Renungan tentang kecerdasan
    Dipapan tulis, saya menggambar sebatang pohon kelapa tanpa pemilik ditepi pantai, lalu sebutir kelapa yang jatuh dari tangkainya. Kemudian saya bercerita tentang 4 anak yang mengamati fenomena alam jatuhnya buah kelapa ditepi pantai itu. Anak ke 1 : dengan cekatan dia mengambil secarik kertas, membuat bidang segi tiga, menentukan sudut, mengira berat kelapa, […]
    Azis Turindra
  • Sekolah Alam Turindra Nusantara (SATURNUS)
    Sekolah Alam Turindra Nusantara disingkat SATURNUS merupakan pengembangan dari metode sekolah alam yang dicetuskan oleh Lendo Novo pada tahun 1998. Sekolah ini memiliki visi 4 pilar yaitu ketaqwaan, kepemimpinan, entreprenuer dan keilmuan. Adapun misi dari SATURNUS adalah sebagai berikut 1. Membentuk ketaqwaan melalui lingkungan dan kebiasaan beribadah serta […]
    Azis Turindra

%d blogger menyukai ini: