Dinamika pembangunan

Share/Bookmarka2a_linkname=”Turindra Corporation Indonesia”;a2a_linkurl=”turindraatp.blogspot.com”;

Manusia merupakan unsur pokok dalam sebuah pembangunan disuatu negara, pembangunan yang dilakukan baik secara fisik atau struktural maupun secara mental akan menciptakan sebuah fenomena yang ada pada masyarakat. Secara harifah manusia memiliki kemampuan untuk berkembang dalam membentuk keterampilan dan pengetahuannya. Modal inilah yang mulai ditekankan untuk membangun sebuah kekuatan sosial dalam masyarakat. Indonesia adalah negara yang memiliki potensi sangat besar dalam menggerakkan masyarakatnya untuk melakukan pembangunan.
Pembangunan yang dimaksud adalah pembangunan yang memanusiakan manusia dengan memberdayakan segala kemampuan dan juga memberikan hak tentang apa yang harus diperoleh dalam masyarakat. Selama ini Indonesia telah melakukan sebuah perencanaan jangka pendek maupun perencanaan jangka panjang, dengan potensi kelautan dan daratan yang luas dan subur Indonesia dapat memiliki sosial energi yang tinggi serta ikatan sosial yang juga mengarah kepada pemerataan pendapatan dalam memakmurkan masyaraktnya.
Seiring dengan perkembangannya, pembangunan bejalan dengan melupakan aspek-aspek yang ada, seperti masyarakat pedesaan yang didominasi masyarakat pertanian yang merasakan ketidakmerataan dalam pendapatan serta pembangunan secara fisik yang mementingkan pusat. Oleh karena itu dalam makalah ini sedikit disampaikan pandangan tentang beberapa hal yang mempengaruhi sebuah pembangunan yang diambil dai sebuah artikel dan sumber-sumber lain yang diintisarikan.
Kelemahan merupakan sifat manusia yang merupakan kodrat yang perlu untuk dikoreksi, oleh sebab itu kami memohon kritik dan saran yang membangun guna perbaikan dimasa yang akan datang. Semoga makalah ini mempu menjadi inspirasi serrta menambah ilmu bagi yang membacanya.
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Manusia adalah faktor pusat dalam proses pengembangan. Dalam konteks fisik dan lingkungan sosial, mereka mengembangkan suatu pola jalan hidup, suatu gaya hidup, dan pedoman tindakan dari satu masyarakat masyarakat lain sehingga menimbulkan sikap sukarela.
Clammer,1979 menyatakan bahwa Suatu kelompok mempunyai potensi untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggotanya mendorong ke arah individu yang realistis lebih besar. Kelompok dapat dibentuk oleh sekelompok orang dengan melihat pragmatisme dan ideologi.
Suatu kelompok merupakan modal sosial dimana dalam sebuah kelompok akan menunjukkan pentingnya jaringan hubungan pribadi yang kuat dan dalam, yang berkembang perlahan-lahan sebagai landasan bagi saling percaya, kerjasama, dan tindakan kolektif dari kelompok yang bersangkutan.
Modal inilah yang mulai ditekankan untuk membangun sebuah kekuatan sosial dalam masyarakat. Indonesia adalah negara yang memiliki potensi sangat besar dalam menggerakkan masyarakatnya untuk melakukan pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan besrsama yang adil dan merata.
B. Permasalahan
Sifat ekslusifisme yang ada dalam modal sosial menjadikan bumerang kepada kelompok lain, dikarenakan perbedaan – perbedaan diantara kelompok yang terbentuk, dan juga tidak terpenuhinya kebutuhan kelompok-kelompok yang merasa memberikan kemampuannya dalam melaksanakan pembangunan.
C. Tujuan
Modal sosial mengacu pada jaringan dan norma-norma tertentu memungkinkan orang-orang untuk bertindak secara bersama. Sehingga dalam pembangunan dibutuhkan sebuah permulaan baik teoritis maupun praktis dalam mengatasi masalah bersama.

II. RINGKASAN

A. Energi Masyarakat Pertanian Dan Pedesaan Untuk Meningkatkan Kapasitas Lokal Untuk Mendukung Pertanian Dan Pembangunan Masyarakat Desa
1. Konsep Kekuatan
Uphoff (1992) mengatakan Kekuatan sosial adalah kedua struktur dan elemen kognitif digabungkan menjadi umum dari berbagai macam energi (kekuatan) dari dan untuk orang. Pembangunan desa dipengaruhi oleh komunitas penduduk. Suku jawa mengalami kemajuan dalam ide mengenai desa sebagai unit pemerintahan lokal, kepala dan wakil desa dipilih dengan tanpa pemilihan langsung oleh pemerintah, (b) Komunitas desa yang ideal, terdapat semua orang yang membuat tempat tinggal dasar dari pertanian dengan kesamaan relatif lebih dahulu dan beberapa perbedaan dasar atas usaha dan infestasi. Seluruhnya memiliki resiko dalam hubungan diantara anggota komunitas, dan (c) Persahabatan dan solidaritas penting terutama ditingkatan perintis.
2. Pengurangan kemiskinan dan Pembangunan Desa
“Kekuatan Kreatif Sosial” adalah dasar dalam membangun organisasi lokal berkelanjutan ditingkatan yang berbeda (Desa, Kecamatan, Kabupaten) yang berorientasi terhadap kesamaan yang lebih besar (hukum sosial) untuk semua proses pembangunan. Kekuatan sosial berdasarkan kelompok kecil. Seseorang yang memiliki penampilan baik di luar desanya merupakan sumber energi potensi sosial sumber ide baru dan lokal untuk pembangunan lokal.

0 Responses to “Dinamika pembangunan”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Arsip

RSS turindra

  • Efek Anak Sekolah Terlalu Dini
    Selama mengajar di sekolah Alam Bekasi saya menemukan berbagai macam tipe anak, ada anak yang aktif, pendiam, atau yang biasa saja. Namun kadangkala saya berfikir juga tentang riwayat pendidikan si anak di keluarganya apakah dia pernah di porsir atau memang baru pertama kai sekolah, iseng-iseng saya baca tulisan dan sepertinya tulisan ini bisa jadi referensi […]
    Azis Turindra
  • Sebuah Renungan tentang kecerdasan
    Dipapan tulis, saya menggambar sebatang pohon kelapa tanpa pemilik ditepi pantai, lalu sebutir kelapa yang jatuh dari tangkainya. Kemudian saya bercerita tentang 4 anak yang mengamati fenomena alam jatuhnya buah kelapa ditepi pantai itu. Anak ke 1 : dengan cekatan dia mengambil secarik kertas, membuat bidang segi tiga, menentukan sudut, mengira berat kelapa, […]
    Azis Turindra
  • Sekolah Alam Turindra Nusantara (SATURNUS)
    Sekolah Alam Turindra Nusantara disingkat SATURNUS merupakan pengembangan dari metode sekolah alam yang dicetuskan oleh Lendo Novo pada tahun 1998. Sekolah ini memiliki visi 4 pilar yaitu ketaqwaan, kepemimpinan, entreprenuer dan keilmuan. Adapun misi dari SATURNUS adalah sebagai berikut 1. Membentuk ketaqwaan melalui lingkungan dan kebiasaan beribadah serta […]
    Azis Turindra

%d blogger menyukai ini: