Tanaman Pepaya (hama kutu putih)

Serangan hama kutu putih pada tanaman pepaya yang dialami petani Boyolali (Kompas 26/10), sering kali dapat menimbulkan kerugian yang serius. Bahkan serangan hama tersebut menyebabkan separoh lebih populasi tanaman pepaya petani musnah. Para peneliti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura (Puslitbanghorti) telah melakukan serangkaian kegiatan penelitiannya tentang hama dan penyakit penting tanaman pepaya yang bertujuan untuk lebih mengenali dan sekaligus menentukan cara pengendaliannya.

Ternyata hama yang menyerang tanaman pepaya bukan hanya kutu putih saja, namun juga beberapa kutu sejenis seperti kutu sisik, kutu aphids, tungau, ataupun lalat buah yang sering membuat buah pepaya menjadi busuk. Sedangkan penyakit yang sering menyerang tanaman papaya antara lain busuk akar dan pangkal batang, penyakit layu bakteri.

Para petani sebaiknya mengenali beberapa hama/penyakit penting yang sering menyerang tanaman papaya agar dapat mengendalikannya dengan baik sehingga tidak menimbulkan penyebaran yang lebih luas lagi. Serangan kutu sisik yang berat meningkatkan penguningan dan abnormalitas bentuk daun. Serangan pada batang tanaman muda mengakibatkan mati pucuk, sedangkan pada buah mengakibatkan kegagalan masak terutama pada bagian buah yang terserang.

Informasi tentang pengenalan dan pengendalian hama/penyakit penting tanaman papaya dapat dijadikan bahan pengetahuan bagi petani atau pengusaha yang bergerak dalam bidang agribisnis papaya, agar dapat segera mengambil keputusan untuk menghindari kerugian yang disebabkan oleh serangan hama/penyakit

3 Responses to “Tanaman Pepaya (hama kutu putih)”


  1. 1 istiqomah Maret 10, 2010 pukul 7:07 am

    cara pengendalian dari hama dan penyakit tersebut gimana??????
    terimakasi atas jwabannya

  2. 2 Azis Turindra Maret 16, 2010 pukul 4:37 am

    Ada obat semprot yang mudah dan efektif di gunakan

  3. 3 Agus September 11, 2010 pukul 11:22 am

    Biasanya kalo hama kutu putih yang menempel di bawah daun/dibatang, bisa dimusnahkan dengan disemprot obat Akothion, tapi seblmnya diemprot dulu dengan larutan sabun cuci, karena pada tubuh kutu putih mengandung lapisan lilin yg akan hilang setelah kena sabun.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Arsip

RSS turindra

  • Efek Anak Sekolah Terlalu Dini
    Selama mengajar di sekolah Alam Bekasi saya menemukan berbagai macam tipe anak, ada anak yang aktif, pendiam, atau yang biasa saja. Namun kadangkala saya berfikir juga tentang riwayat pendidikan si anak di keluarganya apakah dia pernah di porsir atau memang baru pertama kai sekolah, iseng-iseng saya baca tulisan dan sepertinya tulisan ini bisa jadi referensi […]
    Azis Turindra
  • Sebuah Renungan tentang kecerdasan
    Dipapan tulis, saya menggambar sebatang pohon kelapa tanpa pemilik ditepi pantai, lalu sebutir kelapa yang jatuh dari tangkainya. Kemudian saya bercerita tentang 4 anak yang mengamati fenomena alam jatuhnya buah kelapa ditepi pantai itu. Anak ke 1 : dengan cekatan dia mengambil secarik kertas, membuat bidang segi tiga, menentukan sudut, mengira berat kelapa, […]
    Azis Turindra
  • Sekolah Alam Turindra Nusantara (SATURNUS)
    Sekolah Alam Turindra Nusantara disingkat SATURNUS merupakan pengembangan dari metode sekolah alam yang dicetuskan oleh Lendo Novo pada tahun 1998. Sekolah ini memiliki visi 4 pilar yaitu ketaqwaan, kepemimpinan, entreprenuer dan keilmuan. Adapun misi dari SATURNUS adalah sebagai berikut 1. Membentuk ketaqwaan melalui lingkungan dan kebiasaan beribadah serta […]
    Azis Turindra

%d blogger menyukai ini: