Penyebab gabah kosong

Melalui budidaya padi yang tepat dan benar, maka yang diharapkan oleh petani padi adalah produksi bisa meningkat persatuan luas, sehingga pendapatan petani menjadi bertambah pula.

Salah satu upaya yang harus dilakukan oleh petani agar produksi padi mencapai optimal adalah bagaimana petani bisa mengupayakan bulir-bulir padi (gabah) bisa berisi penuh (bernas). Sebab gabah yang berisi penuh (bernas) akan mempengaruhi berat dan kualitas gabah lebih baik, sehingga produksi menjadi naik, harga gabah menjadi lebih tinggi.

Tetapi sebaiknya apabila banyak gabah yang hampa, selain mengakibatkan produksi turun, mutu gabahpun kurang baik, sehingga harga gabah dibawah standar, pendapatan petani menjadi berkurang, sedangkan input yang dikeluarkan sangat tinggi.

Diharapkan pertumbuhan tanaman padi sehat, dilakukan sejak awal di pesemaian sampai dengan panen, yaitu melalui sapta usahatani padi, melakukan konsep pengendalian hama terpadu sehingga jumlah gabah dari jenis padi konvensional bisa diharapkan mencapai antara 120-150 butir gabah per malai dan untuk jenis padi hybrida bisa mencapai lebih 200 butir gabah per malai.

Sedangkan gabah yang diharapkan berisi penuh (bernas) minimal mencapai 80 prosen per malai dan berat per 1000 butir gabah mencapai lebih dari 26-28 gram kering giling serta penanganan pascapanen tepat dan benar. Dari hasil pemantauan dan pengamatan di lapang ada beberapa penyebab terjadinya gabah hampa antara lain:

Adanya Serangan Hama dan Penyakit
Di mana ada tanaman padi dibudidayakan pasti akan ditemukan yang namanya hama atau penyakit dari berbagai macam jenis dan akan mengganggu tanaman padi tersebut. Terlebih-lebih ekosistem dan lingkungan yang kurang mendukung, misalnya pola tanamnya tidak bagus, tanam tidak serempak, berbagai macam varitas dalam satu kawasan, dosis pupuk nitrogen berlebihan dan tidak berimbang. Selalu ditanami padi sepanjang tahun, tidak dilakukan pergiliran varitas, pengolahan tanah kurang sampurna, sehingga singgang padi yang terserang penyakit tungro masih tersisa di sawah, penggunaan pestisida kurang bijaksana, gulma kurang bersih dll.

Serangan hama dan penyakit pada tanaman padi bisa mencapai intensitas ringan, sedang, berat sampai puso, tergantung kondisi lingkungan setempat, cuaca, iklim dan pengetrapan teknologi yang dipakai petani. Namun demikian petani tidak perlu takut, tapi penuh semangat, kreatif, tekun, harus banyak belajar dari pengalaman sering konsultasi pada aparat pertanian, atau pada petani yang sudah berhasil. Sejak dini dari uritan/pesemaian sampai menjelang panen petani perlu berbagai upaya semaximal mungkin, perlu pengawalan yang lebih ketat, lebih-lebih menggunakan padi hybrida, mengupayakan ekosistem sawah lebih bagus, maka keseimbangan antara musuh alami dan hama penyakit tetap terjaga, lingkungan yang berimbang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s