Menghilangkan rasa langgu pada wortel

Wortel merupakan sejenis tanaman yang sangat familiar dengan kita sehingga sudah dipastikan sebagian besar kita mengenal wortel. Wortel banyak mengadung bahan pembentuk vitamin A, atau provitamin A. Bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan tubuh manusia, dalam hal ini sebagai zat pengatur. Mengkonsumsi wortel bagi anak balita, ibu menyusui, ibu hamil, dan pada tingkatan umur tertentu, dapat mengatasi lesu darah. Demikian juga, untuk menghindari rabun senja pada anak balita.

Wortel memang banyak jenisnya. Bila dilihat dari bentuk dan dari rasanya, dapat dibedakan atas tiga golongan (tipe) yaitu, rasa kurang manis, cukup manis dan sedang-sedang saja. Rasa kurang manis biasanya dicirikan, umbinya bulat panjang, ujungnya runcing mirip bentuk kerucut. Golongan ini disebut tipe imperator yang pada umbinya banyak akar serabut. Wortel dengan rasa cukup manis disebut tipe Chantenay, biasanya tidak berakar serabut pada umbinya. Dicirikan bentuk umbinya bulat panjang sedangkan ujungnya tumpul. Tipe mantes dengan rasa sedang-sedang saja. Umbinya mempunyai bentuk gabungan dari kedua bentuk di atas.

Wortel selain dikonsumsi dalam bentuk segar untuk lalap dan sayur, dapat juga diolah atau diawetkan. Hasil olahan wortel diantaranya campuran wortel, wortel beku, wortel kering , dan sari buah wortel. Di Jawa Barat , varietas-varietas Cipanas dan Lembang (lokal) dianggap terbaik dan enak. Untuk sari wortel, cocok dikonsumsi oleh anak-anak, orang dewasa maupun orang dalam masa penyembuhan karena sakit. Di samping sumber vitamin A, sari buah wortel juga nampak menarik dengan warna merah orange alami. Satu hal yang membuat sari wortel tidak disukai oleh anak-anak adalah rasanya yang langu, untuk itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat sari wortel agar tidak berbau langu.

Hubungan antara penangangan pasca panen dengan rasa langu (pahit) pada wortel
Dalam jurnal ISHS Acta Horticulturae 604 yang ditulis oleh M. Kleemann, W.J. Florkowski berjudul Bitternes of Carrot as Quality of Indicator disebutkan cita rasa pada wortel ditentukan oleh kandungan senyawa-senyawa terpena. Yaitu gula bebas, terpenoid yang mudah menguap, karbonil, fenolat, pyrazines dan asam amino bebas. Senyawa-senyawa itu biasanya memberi cita rasa harum dan segar pada wortel. Tetapi pada konsentrasi tinggi, malah menyebabkan cita rasa yang tidak menyenangkan. Yang terakhir ini disebabkan oleh faktor genetika, kondisi penanaman, serangan hama dan serangga, penanganan pasca panen dan kondisi atmosfer penyimpanan.

Penelitian di Jerman baru-baru ini membuktikan hal-hal tersebut. Wortel-wortel yang memiliki rasa pahit rupanya mempunyai kandungan zat kimia bernama isocumarin atau 6-methoxymellein atau 3-methyl-6-methoxy-8-hydroxy-3,4-dihydro-isocumarin dalam konsentrasi tinggi. Rasa pahit pada wortel akan menyebabkan bau langu pada olahan wortel. Zat ini diproduksi oleh wortel di kala stress.

Dalam penelitian itu, kadar isocumarin diukur dari wortel-wortel yang mendapat perlakuan pasca panen yang berbeda. Hasilnya, penanganan pasca panen yang lembut dan berhati-hati mengurangi kadar isocumarin dalam wortel. Sebaliknya wortel yang diperlakukan kasar memiliki kandungan isocumarin yang relatif lebih tinggi.

Perilaku kasar yang dimaksud dalam proses pasca panen adalah mencabut tanaman wortel dari tanah dengan keras, menempatkan wortel hasil panen dengan cara dilempar atau ditumpuk-tumpuk, serta mengumpulkan sekumpulan wortel dalam tumpukan yang jumlahnya banyak dan tidak beraturan.

1 Response to “Menghilangkan rasa langgu pada wortel”


  1. 1 Ahmad September 2, 2014 pukul 5:23 pm

    Kenapa kalau wortel langu dan ketimun pahit dan buncis juga langu
    Sampai saya waktu Anak Anak tidak suka iTu semua
    Apakah itu semua jenisnya sayuran itu atau dari sebab lainnya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Arsip

RSS turindra

  • Efek Anak Sekolah Terlalu Dini
    Selama mengajar di sekolah Alam Bekasi saya menemukan berbagai macam tipe anak, ada anak yang aktif, pendiam, atau yang biasa saja. Namun kadangkala saya berfikir juga tentang riwayat pendidikan si anak di keluarganya apakah dia pernah di porsir atau memang baru pertama kai sekolah, iseng-iseng saya baca tulisan dan sepertinya tulisan ini bisa jadi referensi […]
    Azis Turindra
  • Sebuah Renungan tentang kecerdasan
    Dipapan tulis, saya menggambar sebatang pohon kelapa tanpa pemilik ditepi pantai, lalu sebutir kelapa yang jatuh dari tangkainya. Kemudian saya bercerita tentang 4 anak yang mengamati fenomena alam jatuhnya buah kelapa ditepi pantai itu. Anak ke 1 : dengan cekatan dia mengambil secarik kertas, membuat bidang segi tiga, menentukan sudut, mengira berat kelapa, […]
    Azis Turindra
  • Sekolah Alam Turindra Nusantara (SATURNUS)
    Sekolah Alam Turindra Nusantara disingkat SATURNUS merupakan pengembangan dari metode sekolah alam yang dicetuskan oleh Lendo Novo pada tahun 1998. Sekolah ini memiliki visi 4 pilar yaitu ketaqwaan, kepemimpinan, entreprenuer dan keilmuan. Adapun misi dari SATURNUS adalah sebagai berikut 1. Membentuk ketaqwaan melalui lingkungan dan kebiasaan beribadah serta […]
    Azis Turindra

%d blogger menyukai ini: