Serat Makanan

Serat makanan sangatlah di butuhkan seperti yang dikutip dari kontan.com bahwa serat dari buah-buah berguna bagi fungsi pencernaan. Serat makanan (dietary fiber) memang merupakan bagian dari makanan yang tidak bisa tercerna dan terserap untuk menghasilkan energi dalam tubuh. Meski begitu, perannya tak bisa dianggap sebelah mata.

Untuk mendapatkannya pun mudah. Setiap jenis sayuran dan buah-buahan mengandung serat. Dengan kebutuhan rata-rata tubuh sekitar 25 gram sampai 40 gram per hari, mengonsumsi tiga porsi sayuran dan dua porsi buah-buahan sejatinya sudah cukup.

“Jumlahnya setara 300 gram sayuran setiap kali makan dan dua biji buah-buahan, itu cukup memenuhi kebutuhan serat,” ajar Haryati, ahli gizi Rumah Sakit Mediros, Jakarta Pusat.

Benar, tiap jenis sayur dan buah-buahan memang punya kandungan serat yang berbeda. Buah semangka mengandung serat 0,3 gram per 100 gram, apel merah 2 gram, belimbing 0,9 gram, pir hijau 2,3 gram, jambu biji merah 7,3 gram, dan pepaya 1,3 gram per 100 kg. Adapun sayuran, seperti kangkung, wortel, terong, kol, bayam, buncis, nangka muda, daun pepaya, rata-rata punya 1,2 gram tiap 100 gramnya.

Serat dalam sayur-sayuran dan buah-buahan merupakan serat yang larut dalam air atau soluble fiber. Serat ini akan bercampur dengan air dan membentuk jaringan yang pekat seperti agar-agar. Adapun serat yang tidak larut dalam air disebut insoluble fiber.

Sumber terbaiknya dari gandum, serealia, sayur, dan buah yang dimakan dengan kulitnya serta kacang-kacangan. Serat yang tak larut bersifat higroskopis, yaitu mampu menahan air 20 kali dari beratnya.

“Ini bisa mencegah pencernaan kekurangan air dan feses dihasilkan tetap lunak,” kata Haryati. Selain dari sayur dan buah-buah, serat juga bisa didapat dari minum suplemen. 

Serat tersebut dikenal dengan sebutan serat instan. Maklumlah suplemen tersebut terbuat dari ekstra tumbuh-tumbuhan yang kaya serat, seperti rumput laut. Namun, para ahli lebih menyarankan  untuk memilih serat makanan yang alami, yakni yang berasal dalam sayur dan buah-buahan. Selain tidak mengandung bahan-bahan kimia, buah dan sayur itu tidak sekadar mengandung serat.

“Tetapi juga sebagai numb komponen pangan lain yang bermanfat bagi tubuh, seperti vitamin dan mineral,” tandas Susianto, pakar gizi Indonesia Vegetarian Society. Bagaimana, siap menyantap banyak serat?

Karena hidup adalah pilihan 

0 Responses to “Serat Makanan”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Arsip

RSS turindra

  • Efek Anak Sekolah Terlalu Dini
    Selama mengajar di sekolah Alam Bekasi saya menemukan berbagai macam tipe anak, ada anak yang aktif, pendiam, atau yang biasa saja. Namun kadangkala saya berfikir juga tentang riwayat pendidikan si anak di keluarganya apakah dia pernah di porsir atau memang baru pertama kai sekolah, iseng-iseng saya baca tulisan dan sepertinya tulisan ini bisa jadi referensi […]
    Azis Turindra
  • Sebuah Renungan tentang kecerdasan
    Dipapan tulis, saya menggambar sebatang pohon kelapa tanpa pemilik ditepi pantai, lalu sebutir kelapa yang jatuh dari tangkainya. Kemudian saya bercerita tentang 4 anak yang mengamati fenomena alam jatuhnya buah kelapa ditepi pantai itu. Anak ke 1 : dengan cekatan dia mengambil secarik kertas, membuat bidang segi tiga, menentukan sudut, mengira berat kelapa, […]
    Azis Turindra
  • Sekolah Alam Turindra Nusantara (SATURNUS)
    Sekolah Alam Turindra Nusantara disingkat SATURNUS merupakan pengembangan dari metode sekolah alam yang dicetuskan oleh Lendo Novo pada tahun 1998. Sekolah ini memiliki visi 4 pilar yaitu ketaqwaan, kepemimpinan, entreprenuer dan keilmuan. Adapun misi dari SATURNUS adalah sebagai berikut 1. Membentuk ketaqwaan melalui lingkungan dan kebiasaan beribadah serta […]
    Azis Turindra

%d blogger menyukai ini: