Bupatti Karawang Kecewa

VIVAnews – Bupati Karawang Dadang S Muchtar “ngamuk” dan mengungkapkan kekecewaan atas semakin pesatnya pertumbuhan kendaraan bermotor di wilayahnya.

Menariknya, curahan hati sang bupati diungkapkan saat sambutan seremoni pelepasan ekspor perdana 1.000 unit Honda Freed di Kawasan Industri Mitrakarawang, Jawa Barat.

“Saya minta pemerintah mengurangi produksi motor,” kata Dadang di lokasi pabrik PT Honda Prospect Motor, Karawang, Jawa Barat, Senin 14 Desember 2009.

Sambutan penuh semangat Dadang disaksikan Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar, Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun, Presiden Direktur PT Honda Prospect Motor Yukihiro Aoshima, jajaran eselon I Departemen Perdagangan dan Departemen Perindustrian, serta jajaran manajemen PT Honda Prospect Motor.

Pesatnya laju pertumbuhan produksi motor, menurut Dadang, justru membawa dampak negatif bagi masyarakat.

“Dengan upah minimun kabupaten Karawang sebesar Rp 1,2 juta per bulan, rata-rata pegawai membayar uang muka kredit motor sebesar Rp 500 ribu. Bagaimana bisa hidup sebulan dengan uang Rp 600 – 700 ribu? Akhirnya jadi kurang gizi,” ujar Dadang berapi-api.

Menurut dia, kebanggaan pemerintah atas produktivitas motor nasional yang tinggi justru membuat rakyat kecil menjadi konsumtif dan akhirnya melakukan upaya kriminal untuk menutupi kebutuhan materi sehari-hari.

“Dengan gaji tersisa hanya Rp 600 ribu, akhirnya orang akan berbuat korupsi, merampok, dan gizi buruk,” kata dia.

Sebagai rasa keprihatinan banyaknya pengangguran di wilayahnya, sementara eksodus pekerja pendatang terus mengalir, dalam setiap pembangunan pabrik di kawasan industri di Karawang, Dadang mensyaratkan sebanyak 50 persen dari pekerja pabrik harus berasal dari penduduk asli Karawang.

Berdasarkan data Pemda Karawang, diketahui rata-rata jumlah pengangguran tingkat SMA sebanyak 7 ribu orang per tahun dan untuk tingkat SMP sebesar 29 ribu orang per tahun. Padahal, daya serap lapangan kerja hanya sebesar 14 ribu orang per tahun.

Karawang sebagai kawasan industri yang dicanangkan sejak Orde Baru juga belum mampu membantu mengurangi angka pengangguran. Target 80 kawasan industri yang akan tersebar di Karawang, baru terealisasi 5 kawasan. Kelima kawasan industri ini telah menampung sebanyak 279 perusahan pemodal asing (PMA) dan 282 perusahaan pemodal dalam negeri (PMDN).

hadi.suprapto@vivanews.com

0 Responses to “Bupatti Karawang Kecewa”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Arsip

RSS turindra

  • Efek Anak Sekolah Terlalu Dini
    Selama mengajar di sekolah Alam Bekasi saya menemukan berbagai macam tipe anak, ada anak yang aktif, pendiam, atau yang biasa saja. Namun kadangkala saya berfikir juga tentang riwayat pendidikan si anak di keluarganya apakah dia pernah di porsir atau memang baru pertama kai sekolah, iseng-iseng saya baca tulisan dan sepertinya tulisan ini bisa jadi referensi […]
    Azis Turindra
  • Sebuah Renungan tentang kecerdasan
    Dipapan tulis, saya menggambar sebatang pohon kelapa tanpa pemilik ditepi pantai, lalu sebutir kelapa yang jatuh dari tangkainya. Kemudian saya bercerita tentang 4 anak yang mengamati fenomena alam jatuhnya buah kelapa ditepi pantai itu. Anak ke 1 : dengan cekatan dia mengambil secarik kertas, membuat bidang segi tiga, menentukan sudut, mengira berat kelapa, […]
    Azis Turindra
  • Sekolah Alam Turindra Nusantara (SATURNUS)
    Sekolah Alam Turindra Nusantara disingkat SATURNUS merupakan pengembangan dari metode sekolah alam yang dicetuskan oleh Lendo Novo pada tahun 1998. Sekolah ini memiliki visi 4 pilar yaitu ketaqwaan, kepemimpinan, entreprenuer dan keilmuan. Adapun misi dari SATURNUS adalah sebagai berikut 1. Membentuk ketaqwaan melalui lingkungan dan kebiasaan beribadah serta […]
    Azis Turindra

%d blogger menyukai ini: