Facebook, lalu siapa lagi?

era jejaring sosial dinilai sebagai tonggak internet. Namun perkembangan akan mengarah keluar dari komputer. Dan bukan AS yang akan memulai trend itu tapi negara di Asia.

Di dunia media digital, masa depan diperlakukan sebagai bagian dari masa kini. Apa hal besar berikutnya menjadi pertanyaan yang terus-menerus diucapkan setiap orang yang bekerja di internet.

Peter Thiel, yang turut mendirikan PayPal serta mengeluarkan investasi awal di Facebook dan LinkedIn mengingatkan untuk mengevaluasi jejaring sosial. “Di teknologi digital ada kecenderungan untuk meremehkan keadaan memahami situasi keuangan dan teknologi itu benar-benar penting,” katanya.

Ia mempertanyakan jaringan sosial sekarang. Ia menyebut perkembangan telah beralih dari telekomunikasi ke internet dan dari internet ke jejaring sosial. Namun arah selanjutnya perlu diketahui dari sekarang. “Mungkin tidak ada inovasi lagi, dan kita harus mencarinya di arah yang sama sekali berbeda,” katanya.

Untungnya, beberapa ahli baru saja memberikan jawaban. Ram Shriram, anggota dewan pendiri Google dan salah satu investor pertama raksasa pencarian itu menunjuk arahnya pada gabungan jejaring sosial dan mobile.

“Ada gelombang baru peluang, pertumbuhan pengguna, sehingga internet mobile jelas merupakan siklus komputasi utama berikutnya. Dan kali ini AS bukan yang memulai, tetapi di Asia dan Eropa yang kemudian akan beralih ke Amerika Serikat,” imbuh.

Ia menjelaskan di China dan India orang selalu menggunakan ponsel sebagai PC. Ia memperkirakan Facebook akan mengganti email sebagai alat komunikasi generasi baru. “Chatting akan bergerak ke format multimedia. Game akan bergerak ke internet. Dan Apple memiliki masa depan yang besar karena fokus ke mobile yang kuat. “

Jika tidak, peluang bisnis mobile akan diambil oleh perusahaan-perusahaan baru dan kecil, karena akan mudah serta murah untuk membangun aplikasi ini. Sedangkan keberhasilan atau kegagalan akan tergantung pada kecepatan. Shriram juga percaya iklan akan menjadi kurang penting. “Pengguna cenderung membayar lewat internet selular untuk layanan premium,” tegasnya.

Sementara CEO LinkedIn Reid Hoffman percaya masa depan akan ada di data yang dihasilkan oleh jejaring sosial. “Saya baru melihat sekarang orang-orang menggunakan jejaring sosial ke dalam kehidupan mereka,” katanya.

Ia merujuk pada ponsel yang berkembang dari sebuah alat untuk transaksi perbankan menjadi bagian dari kehidupan semua orang. Ia percaya penggunaan data di aplikasi Facebook dan Flickr akan menjadi jauh lebih penting. “Hari ini semua orang menghasilkan data. Dan data dalam jumlah besar sempurna untuk aplikasi baru. Akan ada banyak aplikasi baru keluar dari situ,” jelasnya.

Jadi era media sosial sudah selesai? Sekarang ada cukup jejaring sosial untuk mengisi semua relung yang spesifik. Tetapi memanfaatkan arus informasi yang mengalir itu adalah sesuatu yang baru saja dimulai. [Inilah.com

0 Responses to “Facebook, lalu siapa lagi?”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Arsip

RSS turindra

  • Efek Anak Sekolah Terlalu Dini
    Selama mengajar di sekolah Alam Bekasi saya menemukan berbagai macam tipe anak, ada anak yang aktif, pendiam, atau yang biasa saja. Namun kadangkala saya berfikir juga tentang riwayat pendidikan si anak di keluarganya apakah dia pernah di porsir atau memang baru pertama kai sekolah, iseng-iseng saya baca tulisan dan sepertinya tulisan ini bisa jadi referensi […]
    Azis Turindra
  • Sebuah Renungan tentang kecerdasan
    Dipapan tulis, saya menggambar sebatang pohon kelapa tanpa pemilik ditepi pantai, lalu sebutir kelapa yang jatuh dari tangkainya. Kemudian saya bercerita tentang 4 anak yang mengamati fenomena alam jatuhnya buah kelapa ditepi pantai itu. Anak ke 1 : dengan cekatan dia mengambil secarik kertas, membuat bidang segi tiga, menentukan sudut, mengira berat kelapa, […]
    Azis Turindra
  • Sekolah Alam Turindra Nusantara (SATURNUS)
    Sekolah Alam Turindra Nusantara disingkat SATURNUS merupakan pengembangan dari metode sekolah alam yang dicetuskan oleh Lendo Novo pada tahun 1998. Sekolah ini memiliki visi 4 pilar yaitu ketaqwaan, kepemimpinan, entreprenuer dan keilmuan. Adapun misi dari SATURNUS adalah sebagai berikut 1. Membentuk ketaqwaan melalui lingkungan dan kebiasaan beribadah serta […]
    Azis Turindra

%d blogger menyukai ini: