Hama Tanaman

Rodentia
Tikus sawah tergolong famie muridac ordonya rodentia kelasnya mamalia. Tikus sawah dapat dibedakan dari spesies lain karena berdasarkan ukuran tubuh, dimana ekornya relatif pendek yang kira-kira hanya sepnjang tubuhnya. Warna tubuhnya hitam sedikit cokelatdan ekornya berwana hitam gelap (harahap dan tjahjono, 1989)
Tikus sawah dapat menyerang berbagai jenis tanaman pada berbagai pertumbuhan fase padi. Pada fase vegetatif tikus akan merusak batang padi hingga terlihat berserakan kerusakan akibat tikus begitu khas yaitu ditengah-tengah sawah begtu gundul. Pada fase generatif tikus akan memakan makali yang terbentuk sehingga bulir-bulir padi yang mulai menguning dapat menghilangkan hasil secara langsung. Tikus aktif menyerang pada waktu malam, pada siang hari tikus bersembunyi pada lubang dan semak-semak (soenarjo et al, 1991)
Accarina (tungau)
Tungau merah merupakan hama yang sering dijumpai pada permukaan daun dengan cara menghisap cairan. Biasanya tungau ini dijupai pada permukaan daun bagian bawah. Daun yang terserang akan beruah warna menjadi kemerahan. Bila menyerang persemaian akan menyebabkan gugurnya daun-daun sehingga daun akan timbul bintik -bintik kuning, biasanya serangan tungau lebih berat pada musim-musim kemarau (sudarmo, 1991)
Lepidoptera
Kupu-kupu merupakan ordo dari lepidoptera dan mempunyai arti serangga yang bersayap sisik, dalam hal ini yang dimaksud dari bangsa kupu atau ngengat. Kupu-kupu serangga umum yang dikenali melalui sisik-sisk pada sayapnya. Bagian mulut seekor kupu-kupu merupakan alat hisap, pada serangga dewasa merupakan tabung yang disebut probocis. Ciri lain dari kupu-kupu adalah memiliki mata majemuk yang terdiri dari sejumlah faset (boror et al, 1991)
Hemiptera
Kepik hijau merupakan ordo dari hemptera yang mempunyai anggota sangat besar dan sebagaian besar anggotanya bertindak sebagai pemakan tumbuhan. Namun beberapa diantarana berperan sebagai predator yng menghsap cairan tubuh serangga lain. Pada kebanyakan hemiptera sayap bagian depan menebak dan seperti kulit dan bagian dasar sayap dapat menebak seperti kulit dan bagian ujung yang berselaput tipis dengan sayap depan. (Boror et al, 1991)
Diptera
Lalat rumah merupaka ordo diptera yang banyak dan terdapat dimana-mana. Diptera dapat dibedakakan langsung dari serangga yang lain karena memiliki sepasang sayap . kebanyakan diptera relatif lebih kecil dan bertubuh lunak (Boror et al, 1991)
Homoptera
Homoptera dan hemiptera dalam beberapa hal sangaterupa, dua klompok tersebt pada pokoknya berada dalam struktur sayap dan proborcis. Pada sayap homoptera mempunyai tekstur seragam seluruhnya baik sperti kulit maupun berselaput tipis, homoptera rostumnya muncul bagian posterior kepala (boror et al. 1991)
Hymenoptera
Contoh ordo dari hymenoptera adalah lebah kayu (xylocopa sp) famili rthopordiae lebah-lebah
ACARINA
Tungau termasuk ordo Acarina, mempunyai tanda-tanda sebagai berikut : seluruh tubuhnya tidak berbuku-buku., pada bagian dada terdapat 4 pasang kaki, skelekton luar berkitin, respirasi sedara difusi melalui tubuh, atau dengan saluran trachea, besarnya lebih kurang 1 mm, memperbanyak diri sangat cepat, habitat hidup bebas di alam atau bersifat sebagai parasit, menghisap cairan dari daun, daun menjadi merana atau jatuh contoh: Tertranychus exiccator, Tarsonimus brancaofti, Tarsonemus translucens (Triharso, 2004)
MOLLUSCA
Siput termasuk Mollusca, kelas Gastropoda dengan tanda-tanda sebagai berikut: Habitat air tawar sebagian danau, kolam, sungai, sawah, dan parit-parit. Susunan tubuhnya terdiri atas kepala, badan, dan kaki, yang sebagian besar terdapat dalam cangkok. Cangkoknya berupa eksosklekton, tersusun atas tiga lapis, yang susunannya seprti cangkok pelecypoda. Kebanyakan cangkoknya memutar ke arah kanan. Macam-macam bentuk cangkok :
a. bentuk lancip atau berduri (purpura)
b. bentuk berupa serupa kambing (cassio-carmeta)
c. bentuk penonjolan jari (pteroseros)
d. bentuk bulat dan tidak bercangkok (vaginula)
Pada Kepala :
a. Siput darat dilengkapi dengan dua pasang tentakel yang tidak sama panjang, pasangan yang didepan lebih kecil dan pendek, sedangkan stigma (bintik mata) terdapat pada ujung tentakel yang panjang. Mulut terdapat pada ujung anterior, dibatasi oleh kedua rahang, didalamnya terdapat pasangan gigi kitin dan lidah parut.
b. Siput air, dilengkapi dengan sepasang tentakel, sedangkan stigma (bintik mata terdapat kedua pangkal seperti halnya pada siput darat, disini juga dilengkapi dengan mulut berahang, bergigi kitin dan lidah parut.
Pada Badan :
a. Badannya terdapat di dalam cangkok
b. Sistem syarafnya masih sederhana, membentuk susunan sentral, dan berhubungan dengan indra penglihatan (stigma)
c. Sistem peredaran darahnya masih terbuka mempunyai pembukuh darag balik (vena)
d. Sistem respirasi pada waktu larva bernafas dengan insang (branchia) setelah dewasa ada yang tetap bernafas dengan insang dan ada yang dengan paru-paru secara difusi
e. Sistem pencernaan makanan, makanan masuk lewat mulut, dihancurkan oleh lidah perut masuk kedalam kerongkongan, lambung penghancur. Usus dan sisa makanan yang tidak berguna segera dikeluarkan lewa lubang anus.
f. Sistem reproduksi dilakukan secara generatif, hewanya bersifat hermaphrodit, organ kelaminnya disebut ovotetis
Pada kaki :
a. Terdapat di ventral badan (gasteron) tersususn oleh otot-otot segmental
b. Bergerak dengan menggunakan otot-otot secara bergelomang dan dibantu dengan ekskresi lendir, sehingga akan meninggalkan jejek atau bekas.
c. Siput ini mempunyai keistimewaan pada waktu bergerak di atas pisau cukur yang tajam tubuhnya tidak terluka sedikitpun.
Contoh : Ampullarea ampullacea, Achatina fulica, Vivaria javanica (Triharso, 2004)
RODENTIA
Tikus, termasuk phylum cranita, kelas mammalia, ordo rodentia, famillia muridae. Contohnya Rattus rattus (tikus besar), Mus musculus (tikus rumah), Rattus brevicaudatus sin. R. argentiventer Rob & Klos (tikus Sawah) exulans Peale (tikus ladang). Tikus sawah (R. arentiventer) umumnya tinggal di persawahan dan sekitarnya, dalam satu tahun sekor betina dapat melahirkan 4 kali dengan rata-rata 8 ekor anak tiap melahirkan, secara teoritik sepasang tikus selama satu tahun dapat berkembang biak menjadi 1270 ekor. Perkembangan tikus di alam sangat dipengaruhi oleh situasi lingkungn tertentu terutama tersedianya makanan. Pada fase vegetatif tikus dapat merusak antara 11 – 176 batang padui per malam. Namun pada saat padi sudah bermalai rata-rata hanya 11 batang padi yang dirusak per malam.(Triharso, 2004)

Penyebab penyakit
Jamur merupakan divisio thalophyta, subdivisio Fungi jamur adalah gologan organisme yang tubuh vegetatifnya (struktur somatisnya) berupa talus, tidak mempunyai klorofil, tidak mempunyai berkas pengangkutan. Stroktur somatisnya biasanya berbentuk benang halus yang bercabang-cabang mempunyai dinding yang tersusun dari kitin, selulosa atau kedua-duanya, dan mempunyai inti sejati yang biasanya dapat dilihat dengan mikroskop cahaya dengan mudah (Triharso, 2004)

Bakteri
Kedudukan bakteri di dalam alam nabati teramasuk divisio Protophyta yaitu golongan tumbuhan primitif, kelas Shizomyecetes yang meliputi golongan baktri dan bentuk lain yang berdekatan. Perkembangn bakteri biasanya terjadi secara aseksual yaitu dengan pembellahan sel yang disebut binary fission. Perkembangan patogen tumbuhan dapat berlangsung di dalam tumbuhan inangnya sebagai parasit dan berlangung di dalam tanah sebagai saprofit. Penyebaran bakteri patogen dari tanaman ke tanaman yang lain dari bagian tanaman ke bagian tanaman yang lain dari tanaman yang sama atau dari tanah ke bagian tanaman dapat berlangsung karena adanya air, serangga, hewan lainnya dan manusia. Gejala penyaik yang ditimbulkan oleh bakteri antara lain berupa becak, busuk basah, layu, kangker, kudis, puru, dan lain sebaginya (Triharso, 2004)

Virus dapat dianggap sebagai paket kecil informasi asing yang pesannya dapat dibaca oleh inang yang rentan. Protein virus hanya dapat dibaca oleh inang yang rentan. Protein virus hanya bertindak sebagai mantel pelindung selama masa istirahat virus, akan tetapi dapat juga memainkan peran dalam pengenalan selama berlangsungnya infeksi. Virus bertgantung pada inang yang hidup, virus hanya mempunyai satu tipe asam nukleat, yang dikenal sebagai RNA atau DNA

Deviasi warna atau yang lebih dikenal dengan perubahan warna, terutama pada daun. Penyakit mosaik telah lama dianggap sinonim dengan penyakit virus mosaik seperti pada abutilon dan tembakau merupakan suatu tipe perbedaan warna. Berbagai bayangan warna hijau dan kuning biasanya bersudut secara tidak teratur tetapi dengan batas-bats yang tajam. Apabila bagian yang berubah warnanya mempunyai batas yang tajam dan berbentuk bulat maka disebut bernoda atau berbecak bergantung kepada ukurannya. (Triharso, 2004)

0 Responses to “Hama Tanaman”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Arsip

RSS turindra

  • Efek Anak Sekolah Terlalu Dini
    Selama mengajar di sekolah Alam Bekasi saya menemukan berbagai macam tipe anak, ada anak yang aktif, pendiam, atau yang biasa saja. Namun kadangkala saya berfikir juga tentang riwayat pendidikan si anak di keluarganya apakah dia pernah di porsir atau memang baru pertama kai sekolah, iseng-iseng saya baca tulisan dan sepertinya tulisan ini bisa jadi referensi […]
    Azis Turindra
  • Sebuah Renungan tentang kecerdasan
    Dipapan tulis, saya menggambar sebatang pohon kelapa tanpa pemilik ditepi pantai, lalu sebutir kelapa yang jatuh dari tangkainya. Kemudian saya bercerita tentang 4 anak yang mengamati fenomena alam jatuhnya buah kelapa ditepi pantai itu. Anak ke 1 : dengan cekatan dia mengambil secarik kertas, membuat bidang segi tiga, menentukan sudut, mengira berat kelapa, […]
    Azis Turindra
  • Sekolah Alam Turindra Nusantara (SATURNUS)
    Sekolah Alam Turindra Nusantara disingkat SATURNUS merupakan pengembangan dari metode sekolah alam yang dicetuskan oleh Lendo Novo pada tahun 1998. Sekolah ini memiliki visi 4 pilar yaitu ketaqwaan, kepemimpinan, entreprenuer dan keilmuan. Adapun misi dari SATURNUS adalah sebagai berikut 1. Membentuk ketaqwaan melalui lingkungan dan kebiasaan beribadah serta […]
    Azis Turindra

%d blogger menyukai ini: