Bibit Sambung

Cara bibit sambung yang baik adalah dari sambungan atas tumbuh tunas dan kalau tunas tumbuh pada batan bawah umbuh maka hanya dipatahkan. Salah satu meningkatkan hasil panen ubi kayu adalah dengan system ubi kayu mukibat yaitu system penanaman ubi kayu biasa disambung dengan ubi kayu karet (Falkon,1993).
Pembiakan aseksual merupakan dasar dari pembiakan vegetatifyang memungkinkan tanaman memulihkan dirinya dengan regenerasi jaringan-jaringan dan bagian-bagian yang hilang. Pada banyak tanaman, pembiakan vegetatifmeupakan benar-benar proses alami, pada tanaman lain sedikit banyak merupakan buatan. Cara-cara pembiakan vegetatif sangatlah banyak dan pemilihannya tergantung pada tanaman dan tujuan pembiakan (Hardjadi, 1993).
Keuntungan-keuntungan gen pembiakan vegetatif segera dapat kita lihat hasilnya. Bahan-bahan heterosigous dapat lebih cepat dari pembiakan dengan benih, karena masalah dormansi benih dapat dihilangkan sama sekali dan status juvenil diperpendek ( Hardjadi, 1993).
Penyatuan antara batang bawah dan batang atas dapat dilaksanakan dengan baik kalau tidak ada keasalahan teknis pelaksanaan, misalnya harus memakai pisa yang tajam, tidak kemasukan air, alat-alat yang digunakan tidak mengandung hama ataupun penyakit. Disamping hal di atas maka keberhasilan perlakuan sangat tergantung dari keterampilan dan ketekunan pekerja. Penyambungan dan okulasi akan berhasil jika batang atas dan bawah berada pada satu spesies atau satu genus dalam satu famili yang sama (Heddy, 1994).
Singkong sambung memang agak rumit tetapi hasilnya sangat memuaskan, karena yang disambung adalah singkong yang berbuah banyak dengan singkong yang berbuah sedikit . Biasanya singkong yang berbuah banyak adalah singkong yang tidak bisa dimakan contohnya singkong karet. Antara singkong yang enak hasilnya melimpah dan enak untuk dimakan. Untuk keperluan menyambung singkong yang enak sebagai batang bawah sedangkan bagian atas adalah singkong karet, kedua batang ini diambil batang yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda namun masih bergetah supaya mudah menyambung potongan antara ruas atas dan ruas bawah, dan langsung disambungkan kemudian diikat dengan raia (Lingga, 1994).
Ada beberapa metode penyambungan yang pertama bentuk sambungan pelana, dimana dalam bentuk ini dua sisi dalam satu batang dipotong miring dari arah luar atau epidermis menuju ke titik sentral dan batang yang satu lagi pemotongan kemiringan merupakan kebalikan dari batang yang satunga karena akan memudahkan dalam penyambungan sehingga lapisan kambium dari kedua jenis batang tadi dapat saling berlekatan. Dan untuk memudahkan agar berlekaltan dalam penyambungan biasa, pemotongan batang yang satu condong atau miring ke kanan dan batang lainnya condong ke kiri dan proses penyambungan sama dengan bentuk sadle graft (bentuk pelana) (Mahl,1992)
Penggunaan batang buah yang beragam dapat mempengaruhi keserasian dengan batang atas sehingga kualitas buah yang dihasilkan beragam, dan akibatnya sulit bersaing di pasar internasional. Dari sifat mutu Jeruk yang diamati hanya warna kulit buah dan kadar air buah yang tidak dipengaruhi oleh batang bawah (Wuttcher dan Shull, 1992)
Grafting yang lebih dikenal dengan istilah menyambung dapat didefinisikan sebagai prosedur menyatakan 2 bagian. Tanaman mejadi satu sehingga kedua tanaman tersebut tumbuh menjadi satu tanaman. Bagian atas disebut suon/ keturunan yang akan diambil buah/daunnya. Bagian bawah disebut rootstoch akan menjadi penyuplai nutrisi dan air bagian atas. Penyambungan terjadi waktu kedua bagian ini bertemu. Grafting ini dapat dilakukan pada pohon buah-buahan/tanaman ketela pohon (Cooper,1997).
Grafting atau ent merupakan istilah asing yang sering kita dengar, pengertiannya ialah menggabungkan batang bawah dengan batang atas dari tanaman yang berbeda sedemikian rupa sehingga tercapai persenyawaan, kombinasi ini akan terus membentuk tanaman baru (Wudiyanto, 1992)
Menyambung adalah menumbuhkan atau menjadikan satu pohon dari dua atau beberapa pohon. Pekerjaan ini dilakukan karena salah satu dari bagian itu sangat berharga. Misalnya tanaman yang satunya tahan terhadap penyakit akar sedangkan tanaman yang lainnya mempunyai buah yang berkualitas baik dan banyak. Dengan menyambung bagian-bagian dari dua tanaman itu dimaksudkan untuk memperoleh tanaman baru yang tahan terhadap hama dan penyakit serta mendatangkan buah yang berkualitas dan banyak (Tohir, 1993).
Salah satu cara untuk memperbaiki atau mengubah varietas yang telah ada dan sekaligus memperbaiki arstektur tanaman agar mudah proses pemanenan tanpa membongkar tanaman secara keseluruhan dapat ditempuh dengan cara working, dengan cara melakukan pangkas berat pada tanaman yang telah ada tersebut dan berfungsi sebagai batang bawah kemudian dilakukan sambung atau temple pucuk dengan varietas yang dikehendaki (Young dan Soult, 1994).

0 Responses to “Bibit Sambung”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Arsip

RSS turindra

  • Efek Anak Sekolah Terlalu Dini
    Selama mengajar di sekolah Alam Bekasi saya menemukan berbagai macam tipe anak, ada anak yang aktif, pendiam, atau yang biasa saja. Namun kadangkala saya berfikir juga tentang riwayat pendidikan si anak di keluarganya apakah dia pernah di porsir atau memang baru pertama kai sekolah, iseng-iseng saya baca tulisan dan sepertinya tulisan ini bisa jadi referensi […]
    Azis Turindra
  • Sebuah Renungan tentang kecerdasan
    Dipapan tulis, saya menggambar sebatang pohon kelapa tanpa pemilik ditepi pantai, lalu sebutir kelapa yang jatuh dari tangkainya. Kemudian saya bercerita tentang 4 anak yang mengamati fenomena alam jatuhnya buah kelapa ditepi pantai itu. Anak ke 1 : dengan cekatan dia mengambil secarik kertas, membuat bidang segi tiga, menentukan sudut, mengira berat kelapa, […]
    Azis Turindra
  • Sekolah Alam Turindra Nusantara (SATURNUS)
    Sekolah Alam Turindra Nusantara disingkat SATURNUS merupakan pengembangan dari metode sekolah alam yang dicetuskan oleh Lendo Novo pada tahun 1998. Sekolah ini memiliki visi 4 pilar yaitu ketaqwaan, kepemimpinan, entreprenuer dan keilmuan. Adapun misi dari SATURNUS adalah sebagai berikut 1. Membentuk ketaqwaan melalui lingkungan dan kebiasaan beribadah serta […]
    Azis Turindra

%d blogger menyukai ini: