Kemiskinan

Kemiskinan di Indonesia dapat digambarkan dengan kondisi dimana masih tingginya jumlah penduduk miskin yaitu 39,05 juta jiwa atau sekitar 17,75 persen (BPS, Maret 2006), masih tingginya Rumah Tangga Miskin di Indonesia yaitu 19,2 juta KK (BPS, 2006), masih tingginya angka pengangguran sebesar 10,24 persen dari total angkatan kerja yang berjumlah 103 juta jiwa (2006) (TKPKRI,2008). Permasalahan kemiskinan yang cukup kompleks membutuhkan intervensi semua pihak secara bersama dan terkoordinasi. Namun penanganannya selama ini cenderung parsial dan tidak berkelanjutan. Peran dunia usaha dan masyarakat pada umumnya juga belum optimal. Kerelawanan sosial dalam kehidupan masyarakat yang dapat menjadi sumber penting pemberdayaan dan pemecahan akar permasalahan kemiskinan juga mulai luntur. Untuk itu diperlukan perubahan yang bersifat sistemik dan menyeluruh dalam upaya penanggulangan kemiskinan.
Seperti yang banyak diketahui Indonesia adalah negara yang memiliki potensi yang sangat beraneka ragam bahkan mulai dari potensi agraris, perikanan maupun hasil alam yang lainnya. Hanya saja kekayaan yang sangat berlimpah tidak serta merta dapat mengangkat masyarakat Indonesia merasakan kehidupan yang layak. Pemerintah sebagai pembuat kebijakan telah berusaha mengusahakan berbagai cara untuk dapat mengurangi kemiskinan yang tumbuh cepat, berbagai aktivitas yang menamakan gerakan, program dan proyek kegiatan pemberdayaan telah dilaksanakan oleh pemerintah secara nasional.
Program dan proyek kegiatan pemberdayaan bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan dan juga membuka lapangan pekerjaan baru di setiap daerah. Keberhasilan program-program sebelumnya membuat pemerintah kembali berusaha untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja dengan mencanangkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), Seperti yang dikutip dari http://www.metrotvnews.com Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin 30 April 2007 meluncurkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM ) di Lapangan Vetu Lemo, Palu, Sulawesi Tengah. PNPM adalah sinergi program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat yang berada di departemen maupun lembaga lain di Indonesia.
Pada tahap Nasional Provinsi Jawa Tengah merupakan provinsi yang persebaran penduduk miskin yang masih tinggi, tercatat pada pada tahun 2004 menurut catatan TPKRI sebanyak 6.841.800 jiwa dengan jumlah penduduk miskin perkotaan sebanyak 2.344.500 jiwa, dan jumlah penduduk miskin perdesaan adalah 4.497.300 jiwa, diantaranya juga tersebar di kabupaten Sukoharjo.
Pada kurun waktu tahun 2000-2006 program penanggulan kemiskinan seperti Program Pengembangan Kecamatan mendapat tanggapan yang baik di Kabupaten Sukoharjo, bukti keberhasilan yang dapat dilihat adalah pengadaan sarana dan prasarana sesuai dengan harapan masyarakat seperti pembangunan sekolah, saluran irigasi, pelayanan kesehatan, pembetonan jalan, dan lain sebagianya.
Adanya keberhasilan dalam pelaksanaan program menunjukkan adanya partisipasi masyarakat, sehingga pada tahun 2008 sebanyak 6 kecamatan di Kabupaten Sukoharjo yaitu Kecamatan Weru, Kecamatan Tawangsari, Kecamatan Bulu, Kecamatan Polokarto, Kecamatan Bendosari dan Kecamatan Nguter mendapatkan bantuan PNPM-PPK sebagai upaya penanggulangan kemiskinan di tiap kecamatan.
Bantuan PNPM-PPK merupakan bantuan bergulir, dimana alokasi dan juga model atau macam bantuan distribusikan dimusyawarahkan terlebih dahulu oleh Musyawarah Antar Desa yang dibentuk oleh masyarakat sasaran PNPM adalah masyarakat miskin produktif.
Pendekatan PNPM-PPK sendiri merupakan pengembangan dari Program Pengembangan Kecamatan (PPK), yang selama ini dinilai berhasil. Beberapa keberhasilan PPK adalah berupa penyediaan lapangan kerja dan pendapatan bagi kelompok rakyat miskin, efisiensi dan efektivitas kegiatan, serta berhasil menumbuhkan kebersamaan dan partisipasi masyarakat.
Sejak resmi diluncurkan maka perlu diadakan semacam observasi untuk mengetahui seberapa jauh keberhasilan program PNPM-PPK khususnya Kegiatan Simpan Pinjam Khusus Perempuan dalam pemberdayaan dan partisipasi masyarakat desa miskin di Kabupaten Sukoharjo. Selain itu, keberhasilan program PNPM-PPK bisa menjadi indikator program pengentasan kemiskinan lainnya.

0 Responses to “Kemiskinan”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Arsip

RSS turindra

  • Efek Anak Sekolah Terlalu Dini
    Selama mengajar di sekolah Alam Bekasi saya menemukan berbagai macam tipe anak, ada anak yang aktif, pendiam, atau yang biasa saja. Namun kadangkala saya berfikir juga tentang riwayat pendidikan si anak di keluarganya apakah dia pernah di porsir atau memang baru pertama kai sekolah, iseng-iseng saya baca tulisan dan sepertinya tulisan ini bisa jadi referensi […]
    Azis Turindra
  • Sebuah Renungan tentang kecerdasan
    Dipapan tulis, saya menggambar sebatang pohon kelapa tanpa pemilik ditepi pantai, lalu sebutir kelapa yang jatuh dari tangkainya. Kemudian saya bercerita tentang 4 anak yang mengamati fenomena alam jatuhnya buah kelapa ditepi pantai itu. Anak ke 1 : dengan cekatan dia mengambil secarik kertas, membuat bidang segi tiga, menentukan sudut, mengira berat kelapa, […]
    Azis Turindra
  • Sekolah Alam Turindra Nusantara (SATURNUS)
    Sekolah Alam Turindra Nusantara disingkat SATURNUS merupakan pengembangan dari metode sekolah alam yang dicetuskan oleh Lendo Novo pada tahun 1998. Sekolah ini memiliki visi 4 pilar yaitu ketaqwaan, kepemimpinan, entreprenuer dan keilmuan. Adapun misi dari SATURNUS adalah sebagai berikut 1. Membentuk ketaqwaan melalui lingkungan dan kebiasaan beribadah serta […]
    Azis Turindra

%d blogger menyukai ini: