Jenjang Penyuluhan Pertanian

Jenjang Penyuluh Pertanian dan Wilayah kerja Penyuluhan
 Berdasarkan jabatan fungsional terdiri dari Penyuluh Pertanian Lapangan, Petugas Penyuluh Urusan Programa dan Penyuluh Pertanian Spesialis
 Berdasarkan Kepangkatan Penyuluh Pertanian
Jabatan PPL PPUP PPS
Asisten PP Muda II a
Asisten PP Madya II b II b
Ajun PP Muda II c II c
Ajun PP Madya II d II d
Ajun PP III a III a III a
PP Pratama III b III b III b
PP Muda III c III c III c
PP Madya III d III d III d
PP Utama Pratama IV a IV a IV a
PP Utama Muda IV b IV b IV b
Sumber : Sudiyanto, 1996
 Sedangkan Rahadian (2003) membagi jenjang penyuluhan kepangkatan adalah sebagai berikut :
Penyuluh Terampil a. Penyuluh Pelaksana, Golongan IIb-IId
b. Penyuluh Pertanian Pelaksana Lanjutan, Golongan IIIa-IIIb
c. Penyuluh Pertanian Penyelia, Golongan IIIc-IIId
Penyuluh Ahli a. Penyuluh Pertanian Pertama, Golongan IIIa-IIIb
b. Penyuluh Pertanian Muda, Golongan IIIc-IIId
c. Penyuluh Pertanian Madya, Golongan IVa-IVc
d. Penyuluh Pertanian Utama, Golongan IVd-IVc

 Pendidikan penyuluh minimal : Sekolah Menengah Kejuruan TK A dan J
 Pendidikan Minimal :
 Penyuluh Pertanian Spesialis : Jenjang Pendidikan Minimal S1
 PPUP : D3

 Pengembangan Karier penyuluh
 Unsur Utama
a. Mengikuti pendidikan format yang lebih tgi (S1,S2,S3), akta 3, dan akta 4
b. Mengikuti diklat tekni dan fungsional / kedinasan
c. Meningkat Jumlah dan mutu penyelenggaraan penyuluh
d. Mengembangkan penyuluh pertanian
 Unsur penunjang
a. Meningkatkan kegiatan yang menunjang keberhasilan penyuluhan dalam mensponsori kerjasama dengan lembaga terkait
b. Meningkatkan kegiatan pemberdayaan kepada masayrakat
PERSONIL PENYULUH PERTANIAN
1. Penyuluh pertanian petugas pemerintah
– PPL di WKBPP
– PPUP di BPP
– PPS di kabupaten/ dinas; propinsi; tingkat pusat
2. Petugas perusahaan
– Bertanggung jawab terhadap perusahaan
– Mempunyai fungsi sebagai penyuluh
 Petugas-petugas PIR
 Petugas perusahaan penghasil saprodi dan petugas PUSRI yang membuat demplot
3. Kelompok sukarela (anggota kelompok tani dan LSM)
– Gologan pelopor (early adapter)
 13,5% dari seluruh anggota masyarakat
 Pemuka pendapat bagi masyarakatnya
 Sebagai tempat penyuluh (para kontak tani)
– Lembaga swadaya masyarakat
 Organisasi-organisasi/ lembaga yang peduli kepada petani dan pertanian
 Dalam hal pengentasan kemiskinan
 Konservasi SDA dan lingkungan
4. Penyuluh wanita
– Peran wanita dalam UT meningkat
– Penyuluh yang ada dewasa ini dominan pria
– Pendapatan rumah tangga petani yang ada di dekat perkotaan sebaian besar berasal dari usaha non pertanian

PENYULUH PERTANIAN PETUGAS PEMERINTAH
 PPL di WKBPP sebagai ujung tombak penyuluhan pertanian
 Berhubungan langsung dengan petani dan keluarganya
 Bertempat tinggal di lingkungan petani
 Pelasana kegiatan penyulahn di WKBPP
 Bekerja berdasar programa penyuluhan
 PUPP (Petugas Penyuluh Pertanian Urusan Programa)
 Bertanggung jawab di WKBPP
 Penyusun, pembimbing dan pengawal pelaksanaan kegiatan penyuluhan
 Menerima maskan dari PPL dalam menyusun program penyuluhan
 PPS (Penyuluh Pertanian Spesialis) adalah tenaga ahli bidang penyuluhan pertanian, dimana memiliki tugas
 Membina, mendukung dan membantu PPUP dan PPL dalam memecahkan masalah substantif operasional menurut disiplin ilmu yang dimilki
 Penghubung antara sumber ilmu dan teknologi serta informasi pertanian dengan PPL dan PPUP
 Pelaku pengkajian dalam pembnagunan penyuluhan
 Penyuluh menurut penempatannya (sumardiyono, 1992) :
 Penyuluh lapangan : ditempatkan atau ditugaskan pada Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP)
 Penyuluh Tk. Kecmatan ditempatkan di Balai Penyluh Pertanian
 penyuluh Tk. Kabupaten ditempatkan lingkup pertanian Dati II
 Penyuluh Tk. Propvinsi ditempatkan Dinas lingkup Pertanian Dati II dan pada Balai Informasi Pertanian
 Penyuluh Tk, nasional ditempatkan pada badan pengendali BIMAS Atau Direktorat Jendral Pertanian

 PPL dan WKPP
 Penyuluh Pertanian Urusan Programa (PPUP) di tempatkan di Kecamatan sedangkan Penyuluh Pertanian spesialis di Tk. Propvinsi Kabupaten, dan Dinas
 Tugas PPL
 Menyusun program penyuluh di wilayah ikerja
 Mencari impact poin dan pemecahannya
 Melaksanakan kunjungan lapangan/pelaksanaan penyuluh
 Bersama PPUP dan PPS mencari pemecahan masalah teknis UT
 Bersama Instansi terkait membantu memcahkan masalah yang dihadapi petani
 Tugas penyuluh Tk. Kecamatan (PPUP)
 Menyusun program penyuluh diwilyah kerja BPP (WKPP)
 melaksanakan indentifikasi impact point di Tk. BPP
 Melakukan supervisi terhadap kegiatan penyuluh PPL
 Melaksanakan evaluasi Kegiatan penyuluyhan dan pelaksanaan program pengembangan pertanian yang diemban masing-masing subsektor dan lingkup departemen pertanian.
 Perbedaan antara supervisi dengan evaluasi
 Supervisi apabila ada masalah segera diselesaikan secepatnya langsung diberi bantuan
 evaluasi adalah membandingkan apa yang telah dilakukan dengan tolak ukur pembandinganya
 Tugas PPS di Kabupaten
 Menyiapkan materi penyuluhan yang berguna untuk menyusun program penyuluh
 Membantu PPL dan PPUP dalam menampung dan memecahkan masalah yang ditemui PPL dan PPUP
 Membimbing PPL dan PPUP dalam menyusun program penyuluhan dan penggunaan metode dan teknik penyuluhan
 Melaksanakan supervsi dan evaluasi terhadap kegiatan penyuluh di wilayah tugasnya
 Memberikan latihan kepada PPL dan PPUP di wilayah tuugasnya
 Menyusun program penyuluhan pertanian di wilayah yang di binanya

 Tugas PPS Provinsi
 Mengadakan hubungan dengan instansi/dinas lingkup pertanian dengan lembaga penelitian dan wilayah tugasnya
 Memberi info tentang perkembangan teknologi kepada penyuluh tingkat bawahnya
 Mengevaluasi kegiatan penyuluhan di wilayahnya
 Mempersiapkan bahan-bahan / materi penyuluhan yang diperlukan
 Mengembangkan keahlian melalui perluasan ilmiah
 Melatih PPL dan PPUP

 Tugas PPS nasional
 Melakukan koordinasi dengan lembaga penelitian di dalam dan luar negeri
 Melaksankan supervisi kegiatan penyuluhan di daerah
 Menyiapakan materi dan info para penyuluh di daerah2

0 Responses to “Jenjang Penyuluhan Pertanian”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Arsip

RSS turindra

  • Efek Anak Sekolah Terlalu Dini
    Selama mengajar di sekolah Alam Bekasi saya menemukan berbagai macam tipe anak, ada anak yang aktif, pendiam, atau yang biasa saja. Namun kadangkala saya berfikir juga tentang riwayat pendidikan si anak di keluarganya apakah dia pernah di porsir atau memang baru pertama kai sekolah, iseng-iseng saya baca tulisan dan sepertinya tulisan ini bisa jadi referensi […]
    Azis Turindra
  • Sebuah Renungan tentang kecerdasan
    Dipapan tulis, saya menggambar sebatang pohon kelapa tanpa pemilik ditepi pantai, lalu sebutir kelapa yang jatuh dari tangkainya. Kemudian saya bercerita tentang 4 anak yang mengamati fenomena alam jatuhnya buah kelapa ditepi pantai itu. Anak ke 1 : dengan cekatan dia mengambil secarik kertas, membuat bidang segi tiga, menentukan sudut, mengira berat kelapa, […]
    Azis Turindra
  • Sekolah Alam Turindra Nusantara (SATURNUS)
    Sekolah Alam Turindra Nusantara disingkat SATURNUS merupakan pengembangan dari metode sekolah alam yang dicetuskan oleh Lendo Novo pada tahun 1998. Sekolah ini memiliki visi 4 pilar yaitu ketaqwaan, kepemimpinan, entreprenuer dan keilmuan. Adapun misi dari SATURNUS adalah sebagai berikut 1. Membentuk ketaqwaan melalui lingkungan dan kebiasaan beribadah serta […]
    Azis Turindra

%d blogger menyukai ini: