LAPAN Sudah Teliti tahun 2012 Sejak 1975
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) ternyata telah meneliti ‘kiamat’ yang diramalkan pada 2012 sejak 1975. Benarkah ramalan kiamat itu akan terjadi?
Menurut Deputi Bidang Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan LAPAN, Bambang S Tedjasukmana fenomena yang akan muncul pada sekitar tahun 2011-2012 sebenarnya bukanlah kiamat. Melainkan adalah badai Matahari.
Prediksi tersebut berdasarkan pada pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di berbagai negara maju yang sudah dilakukan sejak tahun 1960-an. Dan di Indonesia telah dilakukan LAPAN sejak tahun 1975.
Menurutnya, badai Matahari itu akan terjadi ketika adanya flare dan Corona Mass Ejection (CME). Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari. Kedahsyatan ledakkan itu menyamai 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima yang telah merenggut sekitar 80.000 jiwa manusia. Sedang CME, adalah sejenis ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel-partikel berkecepatan tinggi yakni sekitar 400 km/detik.
Gangguan cuaca Matahari itu ternyata dapat mempengaruhi kondisi muatan antariksa hingga memengaruhi magnet Bumi. Selanjutnya, berdampak pada sistem kelistrikan, transportasi yang mengandalkan satelit navigasi global positioning system (GPS), dan sistem komunikasi yang menggunakan satelit komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi (HF).
Selain itu, dapat juga membahayakan kesehatan atau kehidupan manusia, Seperti terganggunya magnet Bumi yang berdampak pada terganggunya alat pacu jantung.
Untuk mengantisipasi munculnya badai antariksa itu, LAPAN telah membangun Pusat Sistem Pemantau Cuaca Antariksa Terpadu di pusat Pemanfaatan Sains Antariksa LPAN Bandung. Objek yang dipantau antara lain lapisan Ionosfer dan geomagnetik, serta gelombang radio.
Langkah antisipasi LAPAN yang juga telah dilakukan adalah menghubungi pihak-pihak yang mungkin akan terkena dampak dari muncul badai antariksa ini. Yakni Dephan, TNI, Dephub, PLN, Depkominfo dan Pemerintah Daerah. Jadi, ramalan Suku Maya yang diangkat dalam film 2012 sebaiknya tidak perlu ditanggapi serius apalagi dipercayai.

jadi inget film knowing

0 Responses to “”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Arsip

RSS turindra

  • Efek Anak Sekolah Terlalu Dini
    Selama mengajar di sekolah Alam Bekasi saya menemukan berbagai macam tipe anak, ada anak yang aktif, pendiam, atau yang biasa saja. Namun kadangkala saya berfikir juga tentang riwayat pendidikan si anak di keluarganya apakah dia pernah di porsir atau memang baru pertama kai sekolah, iseng-iseng saya baca tulisan dan sepertinya tulisan ini bisa jadi referensi […]
    Azis Turindra
  • Sebuah Renungan tentang kecerdasan
    Dipapan tulis, saya menggambar sebatang pohon kelapa tanpa pemilik ditepi pantai, lalu sebutir kelapa yang jatuh dari tangkainya. Kemudian saya bercerita tentang 4 anak yang mengamati fenomena alam jatuhnya buah kelapa ditepi pantai itu. Anak ke 1 : dengan cekatan dia mengambil secarik kertas, membuat bidang segi tiga, menentukan sudut, mengira berat kelapa, […]
    Azis Turindra
  • Sekolah Alam Turindra Nusantara (SATURNUS)
    Sekolah Alam Turindra Nusantara disingkat SATURNUS merupakan pengembangan dari metode sekolah alam yang dicetuskan oleh Lendo Novo pada tahun 1998. Sekolah ini memiliki visi 4 pilar yaitu ketaqwaan, kepemimpinan, entreprenuer dan keilmuan. Adapun misi dari SATURNUS adalah sebagai berikut 1. Membentuk ketaqwaan melalui lingkungan dan kebiasaan beribadah serta […]
    Azis Turindra

%d blogger menyukai ini: