Archive for the 'Tingkat kemiskinan' Category

LOWONGAN PEKERJAAN PT. HARDAYA INTI PLANTATIONS

LOWONGAN PEKERJAAN

PT. HARDAYA INTI PLANTATIONS adalah perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit yang sedang berkembang pesat, berkantor pusat di Jakarta dengan Lokasi kebun di Kabupaten Buol Propinsi Sulawesi Tengah dan di Kabupaten Nunukan Propinsi Kalimantan Timur. Membuka kesempatan kepada lulusan baru untuk mengisi posisi “Asisten Kebun dan Asisten Admin”

Kualifikasi calon yang dibutuhkan:

1. ASISTEN KEBUN/ASISTEN AGRONOMI/ASISTEN LAPANGAN
* Pria/Laki-Laki, Lajang, S1 Lulusan Fakultas Pertanian
* Usia minimal 24 tahun
* Bersedia ditempatkan di seluruh lokasi perkebunan perusahaan
* Bersedia menjalani masa Job Trainee (3 bulan )
2. ASISTEN ADMIN
* Laki-Laki dan Perempuan, Lajang, S1 Lulusan Fakultas Pertanian
* Usia minimal 24 tahun
* Bersedia ditempatkan di seluruh lokasi perkebunan perusahaan
* Bersedia menjalani masa Job Trainee (3 bulan )

Kirim lamaran dan CV lengkap serta pasphoto via email ke //
Lisa@hardaya.co.id
atau kirim POS ke :
PT. Hardaya Inti Plantations
Jl. Cikini Raya 78, Jakarta Pusat
Tel. +6221 3149088
Fax +6221 3150447

Manusia terkecil di dunia

Filipina – Jurney Balawing remaja 17 tahun asal Filipina akan dinobatkan sebagai manusia terkecil di dunia mengalahkan pemegang rekor sebelumya Khagendar Thapa Magar dari India yang memiliki tinggi hanya 71 cm.

Dikutip dari The Sun Senin (21/3/2011) remaja yang memiliki tubuh balita ini memiliki tinggi 56 cm tinggal bersama orangtuanya dan ketiga saudara perempuan yang memilki ukuran lebih tinggi dari dirinya.

Jurney Balawing tinggal di pedalaman provinsi Zamboanga del Norte, Filipina, menurut ibunya Concepcion (35) kepada the Sun mengatakan pertumbuhan sang anak terhenti sebelum ulang tahunnya yang kedua.

Ketika usia Jurney 12 tahun, sang dokter menyarankan untuk diberikan vitamin agar pertumbuhan optimal, berhubung alasan ekonomi pihak keluarga tidak memberi vitamin yang disarankan.

Sehari-hari walaupun memiliki ukuran tubuh yang mini Jurney memilki nafsu makan yang besar. Sejak kecil Jurney tidak mengalami masa pertumbuhan dengan sempurna sejak ulang tahun pertamanya. Kondisi ini memaksanya untuk hidup dalam tubuh kecil sehingga ia sulit berjalan, dan bahkan tidak dapat berdiri dalam waktu lama.

Pihak A Guinness World Records akan memeriksa Jurney tepat pada ulang tahun yang ke 18, bertepatan 12 Juni 2011 mendatang.

“Kita harus kembali memeriksa kapan Junrey berusia 18 tahun, sehingga ia bisa menerima gelar resmi,” kata juru bicara untuk A Guinness World Records.

Menurut catatan pihak A Guinness World Record tidak hanya Junrey yang memiliki tubuh super mini. Hatice Kocaman, 21, dari Turki dinobatkan sebagai wanita terkecil di dunia karena hanya 71 cm tinggi. Selain itu, dia menjabat ibu terkecil di dunia dengan tiga anak

 

Andai aKu Gayus Tambunan

Lagu ini semakin susah di cari bahkan di download karena kemungkinan sudah di backlist……

sebuah lagu sederhana dengan lirik-lirik yang diangkat dari kehidupan nyata selama dipenjara ini, secaa gambalang mengkritisi hukum di Indonesia

Lanjutkan membaca ‘Andai aKu Gayus Tambunan’

Greemi-G (Green Microbe)

Greemi-G (Green Microbe) adalah formula yang mengandung dua jenis mikroba hijau yang dapat mengendalikan beberapa jenis penyakit tanaman perkebunan, yang penularannya terjadi melalui tanah termasuk Ganoderma pada sakit, JAP pada karet den Phytopthora pada kakao.

Greemi-G, biofungisida dengan bahan aktif Trichoderma harzianum dan T. pseudokoningii ini, dapat menyembuhkan tanaman yang terserang penyakit Ganoderma, JAP dan Phytopthora serta dapat memicu pertumbuhan tanaman. Selain itu, dapat digunakan untuk pembibitan, belum menghasilkan dan tanaman produktif. Juga dapat digunakan untuk tanaman perkebunan, HTI, buah-buahan, sayuran dan tanaman pangan. Aman terhadap tanaman dan lingkungan.

Secara aktif tumbuh den berkembang di dalam tanah yang merupakan habitatnya sendiri sehingga peluang untuk mencapai sasarannya lebih besar.

Greemi-G berbentuk butiran berrarna hitam keabu-abuan. Kemasan Greemi-G berupa karung 25 kg dengan masa simpan selama 12 bulan.

Penggunaannya, sbb, dosis yang digunakan untuk tanaman perkebunan/HTI/buah adalah untuk bibit 25 gr/polibag, tanaman muda 100-200 gr/pohon/tahun dan tanaman produktif 300-500 gr/pohon/tahun dan untuk tanaman sayuran/pangan 10-15 gr/tanaman/musim.

Untuk tindakan pencegahan, gali 5-10 cm tanah di sekitar leher akar (paling jauh 30 cm dari leher akar) dengan hati-hati. Taburkan Greemi-G, kemudian tutup kembali dengan tanah. Untuk lindakan pengobatan pada tanaman kelapa sakit, kikis dan hilangkan bagian yang sakit, taburkan Greemi-G pada bakes luka, kemudian tutup dengan tanah.

Untuk penghancuran sumber inokulum pada sisa-sisa tanaman, taburkan 0,5% Greemi-G pada tumpukan sisa bahan tanaman campur merata, kemudian tutup rapatl dengan plastik selama 3-4 minggu.

lowongan cpns kemenkeu 2010

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) diperkirakan akan membuka peluang kerja bagi para lulusan sarjana Strata 1 (S-1) dan Strata 2 (S-2) pada tahun 2010 ini sekitar 1.722 calon pegawai negeri sipil (CPNS) baru. Untuk mendapatkan peluang ini, dilaksanakan penyaringan yang terdiri dari empat tahapan, yakni tes potensi akademik, psikotes, tes kesehatan dan kebugaran, serta wawancara.

Demikian siaran pers Kepala Biro Humas Kemenkeu Harry Z Soeratin di Jakarta,
Kamis (15/4/2010).

“Diperkirakan, kebutuhan pegawai baru Kementerian Keuangan tahun ini sebesar
1.722 orang. Di mana jumlah tersebut akan dibagi ke dalam 12 unit eselon I sesuai
dengan kebutuhan tiap instansi. Walaupun berbasis keuangan, tampaknya
Kementerian Keuangan tidak hanya memberikan kesempatan bagi sarjana lulusan jurusan ekonomi dan jurusan-jurusan terkait keuangan lainnya,” katanya.

Dijelaskan, Kementerian Keuangan pun akan membuka peluang bagi sarjana lulusan dari jurusan desain komunikasi visual, ilmu sejarah, sastra Arab, sastra Jepang, sastra China, pendidikan bahasa Indonesia, hingga pendidikan Matematika.

Dikatakan, persyaratan yang diberikan pada penyaringan kali ini lebih kurang sama
dengan persyaratan pendaftaran penyaringan CPNS Kementerian Keuangan pada tahun 2008.

Persyaratan tersebut terkait dengan usia, kualifikasi pendidikan, indeks
prestasi kumulatif, kesehatan, dan kesediaan penempatan saat lulus nantinya. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tata cara pendaftaran secara lengkap dan resmi akan diumumkan pada awal bulan Mei 2010. Pendaftaran penyaringan ini secara keseluruhan akan dilaksanakan secara online.

Namun, calon peserta diharapkan sudah mempersiapkan segala keperluan sejak dini
khususnya yang terkait dengan kebutuhan administrasi, misal surat keterangan
sehat, surat keterangan kelakuan baik, kartu kuning, dan legalisasi ijazah.

“Selain itu, tampaknya dalam pelaksanaan proses penerimaan nanti, grading penerimaan akan diperketat dari tahun-tahun sebelumnya, terutama untuk hal-hal yang terkait dengan integritas dan kompetensi dasar. Khusus untuk tes kesehatan dan kebugaran akan disesuaikan dengan standar yang ada, maka setiap peserta harus berada dalam kondisi yang benar-benar sehat dan tidak dalam kondisi yang memberatkan, misal hamil,” kata dia.

sumber kompas

Kemiskinan

Kemiskinan di Indonesia dapat digambarkan dengan kondisi dimana masih tingginya jumlah penduduk miskin yaitu 39,05 juta jiwa atau sekitar 17,75 persen (BPS, Maret 2006), masih tingginya Rumah Tangga Miskin di Indonesia yaitu 19,2 juta KK (BPS, 2006), masih tingginya angka pengangguran sebesar 10,24 persen dari total angkatan kerja yang berjumlah 103 juta jiwa (2006) (TKPKRI,2008). Permasalahan kemiskinan yang cukup kompleks membutuhkan intervensi semua pihak secara bersama dan terkoordinasi. Namun penanganannya selama ini cenderung parsial dan tidak berkelanjutan. Peran dunia usaha dan masyarakat pada umumnya juga belum optimal. Kerelawanan sosial dalam kehidupan masyarakat yang dapat menjadi sumber penting pemberdayaan dan pemecahan akar permasalahan kemiskinan juga mulai luntur. Untuk itu diperlukan perubahan yang bersifat sistemik dan menyeluruh dalam upaya penanggulangan kemiskinan.

Seperti yang banyak diketahui Indonesia adalah negara yang memiliki potensi yang sangat beraneka ragam bahkan mulai dari potensi agraris, perikanan maupun hasil alam yang lainnya. Hanya saja kekayaan yang sangat berlimpah tidak serta merta dapat mengangkat masyarakat Indonesia merasakan kehidupan yang layak. Pemerintah sebagai pembuat kebijakan telah berusaha mengusahakan berbagai cara untuk dapat mengurangi kemiskinan yang tumbuh cepat, berbagai aktivitas yang menamakan gerakan, program dan proyek kegiatan pemberdayaan telah dilaksanakan oleh pemerintah secara nasional.



1

Program dan proyek kegiatan pemberdayaan bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan dan juga membuka lapangan pekerjaan baru di setiap daerah. Keberhasilan program-program sebelumnya membuat pemerintah kembali berusaha untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja dengan mencanangkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), Seperti yang dikutip dari http://www.metrotvnews.com Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin 30 April 2007 meluncurkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM ) di Lapangan Vetu Lemo, Palu, Sulawesi Tengah. PNPM adalah sinergi program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat yang berada di departemen maupun lembaga lain di Indonesia.

Pada tahap Nasional Provinsi Jawa Tengah merupakan provinsi yang persebaran penduduk miskin yang masih tinggi, tercatat pada pada tahun 2004 menurut catatan TPKRI sebanyak 6.841.800 jiwa dengan jumlah penduduk miskin perkotaan sebanyak 2.344.500 jiwa, dan jumlah penduduk miskin perdesaan adalah 4.497.300 jiwa, diantaranya juga tersebar di kabupaten Sukoharjo.

Pada kurun waktu tahun 2000-2006 program penanggulan kemiskinan seperti Program Pengembangan Kecamatan mendapat tanggapan yang baik di Kabupaten Sukoharjo, bukti keberhasilan yang dapat dilihat adalah pengadaan sarana dan prasarana sesuai dengan harapan masyarakat seperti pembangunan sekolah, saluran irigasi, pelayanan kesehatan, pembetonan jalan, dan lain sebagianya.

Adanya keberhasilan dalam pelaksanaan program menunjukkan adanya partisipasi masyarakat, sehingga pada tahun 2008 sebanyak 6 kecamatan di Kabupaten Sukoharjo yaitu Kecamatan Weru, Kecamatan Tawangsari, Kecamatan Bulu, Kecamatan Polokarto, Kecamatan Bendosari dan Kecamatan Nguter mendapatkan bantuan PNPM-PPK sebagai upaya penanggulangan kemiskinan di tiap kecamatan.

Bantuan PNPM-PPK merupakan bantuan bergulir, dimana alokasi dan juga model atau macam bantuan distribusikan dimusyawarahkan terlebih dahulu oleh Musyawarah Antar Desa yang dibentuk oleh masyarakat sasaran PNPM adalah masyarakat miskin produktif.

Pendekatan PNPM-PPK sendiri merupakan pengembangan dari Program Pengembangan Kecamatan (PPK), yang selama ini dinilai berhasil. Beberapa keberhasilan PPK adalah berupa penyediaan lapangan kerja dan pendapatan bagi kelompok rakyat miskin, efisiensi dan efektivitas kegiatan, serta berhasil menumbuhkan kebersamaan dan partisipasi masyarakat.

Sejak resmi diluncurkan maka perlu diadakan semacam observasi untuk mengetahui seberapa jauh keberhasilan program PNPM-PPK khususnya Kegiatan Simpan Pinjam Khusus Perempuan dalam pemberdayaan dan partisipasi masyarakat desa miskin di Kabupaten Sukoharjo. Selain itu, keberhasilan program PNPM-PPK bisa menjadi indikator program pengentasan kemiskinan lainnya.

Pengertian Kemiskinan

Ditinjau dari segi pendapatan, petani kecil identik dengan petani miskin. Menurut Sorjono Soekanto (1990), mengartikan tentang kemiskinan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga, mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut.
Kenyataan menunjukkan bahwa kemiskinan masih terdapat pada penduduk negara-negara berkembang termasuk di Indonesia. Kemiskinan sering dihubungkan dengan keterbelakangan dan ketertinggalan. Di samping itu kemiskinan juga merupakan salah satu masalah social yang amat serius. Untuk mencari solusi yang relevan dalam pemecahan masalah kemiskinan, perlu dipahami sebab musabab dan menelusuri akar permasalahan kemiskinan itu, agar dapat digali potensi sebenarnya yang terkandung dalam sumberdaya masyarakat tani.
Kemiskinan pada hakekatnya adalah situasi serba kekurangan yang terjadi bukan karena dikehendaki oleh si miskin, tetapi karena tidak bisa dihindari dengan kekuatan yang ada padanya. Kemiskinan antara lain ditandai dengan sikap dan tingkah laku yang menerima keadaan yang seakan-akan tidak bisa diubah, yang tercermin di dalam lemahnya kemauan untuk maju, rendahnya produktivitas, ditambah lagi oleh terbatasnya ,msodal yang dimiliki, rendahnya pendidikan dan terbatasnya kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembangunan (Dep Tan, 1996).
Oleh karena itu dalam pengentasan rakyat dan kemiskinan adalah terlebih dahulu menyadarkan mereka bahwa sesungguhnya tingkat kehidupan mereka itu sangat rendah, serta meyakinkan mereka bahwa sesungguhnya kondisi mereka itu masih bisa diperbaiki dan ditingkatkan. Dengan kata lain upaya penanggulangan kemiskinan harusnya dimulai dengan memberdayakan si miskin, yang dilaksanakan melalui suatu proses pendidikan yang berkelanjutan dengan prinsip menolong diri sendiri dan berlandaskan pada peningkatan kemampuan menghasilkan pendapatan, sehingga mereka mampu menjangkau terhadap fasilitas/ kemudahan-kemudahan pembangunan yang tersedia dalam aspek sumberdaya, permodalan, teknologi dan pasar.
Batasan kemiskinan umumnya diukur dengan membandingkan tingkat pendapatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum atau layak. Selanjutnya dikatakan bahwa tingkat pendapatan minimum itulah yang dipergunakan sebagai pembatas antara keadaan miskin dan tidak miskin yang disebut poverty line (garis kemiskinan). Bagi masyarakat Indonesia, beras dipandang sebagai komoditi kebutuhan pokok yang besar pengaruhnya. Komoditi ini elastis, artinya perubahan harga beras mempengaruhi komoditi lainnya. Oleh karena itu beras dapat digunakan sebagai dasar penentuan garis kemiskinan. Adapun indikator kemiskinan menurut Sayogyo dalam Sutrino (1997) berdasarkan pendapatan setara dengan beras per orang per tahun :

Tabel 1. Indikator Kemiskinan Menurut Konsumsi Beras
Jenis Kemiskinan Pedesaan (kg) Perkotaan (kg)
Melarat 180 270
Sangat Miskin 240 320
Miskin 360 480
Sumber data : Sutrino, 1997.

Pustaka

Departemen Pertanian. 1996. Metodologi Penanggulangan Kemiskinan di Indonesia. Badan Pendidikan dan Latihan Pertanian. Jakarta.
Soedjatmoko. 1983. Dimensi Manusia Dalam Pembangunan. LP3ES. Jakarta.
Soekanto S. 1990. Sosiologi Suatu Pengantar. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

English Version By Google Translate :

In terms of income, small farmers is identical with the poor farmers. According Soekanto Sorjono (1990), defines the poverty as a situation where a person is not able to maintain himself in accordance with the living standards and also not able to use the energy, mentally and physically in the group.
The fact is that poverty is still present in the population of developing countries including Indonesia. Poverty is often associated with backwardness and underdevelopment. In addition, poverty is also one of the great social problems seriously. To find solutions that are relevant in solving the problems of poverty, need to understand the causes and trace the root causes of poverty that, in order to dig real potential resources contained within the farming community.
Poverty is essentially deprived situation happened not because desired by the poor, but because it can not be avoided by the power available to him. Poverty among others, marked by attitudes and behavior that receives state as if it can not be changed, which is reflected in the lack of willingness to move forward, low productivity, plus the limited, msodal owned, low education and limited opportunities to participate in development (DEP Tan, 1996).
Therefore, in people and poverty alleviation are they aware beforehand that the actual level of their lives is very low, and assured them that their condition was indeed still can be repaired and improved. In other words, poverty reduction efforts should begin by empowering the poor, who carried out through an ongoing educational process with self-help principles and based on the increased capacity to generate revenue, so they are able to reach the facility / convenience-ease of development resources available in terms of , capital, technology and markets.
Limitation of poverty is generally measured by comparing the income level required to meet minimum living needs or deserves. Further said that the minimum income level that is used as a barrier between the state of poverty and the poor are not the so-called poverty line (poverty line). For the people of Indonesia, rice is seen as a staple commodity of influence. This commodity is elastic, meaning that rice price changes affect other commodities. Therefore, rice can be used as the basis for determining the poverty line. The indicators of poverty according Sayogyo in Sutrino (1997) based on the income of rice equivalent per person per year

Kemiskinan

Kemiskinan di Indonesia dapat digambarkan dengan kondisi dimana masih tingginya jumlah penduduk miskin yaitu 39,05 juta jiwa atau sekitar 17,75 persen (BPS, Maret 2006), masih tingginya Rumah Tangga Miskin di Indonesia yaitu 19,2 juta KK (BPS, 2006), masih tingginya angka pengangguran sebesar 10,24 persen dari total angkatan kerja yang berjumlah 103 juta jiwa (2006) (TKPKRI,2008). Permasalahan kemiskinan yang cukup kompleks membutuhkan intervensi semua pihak secara bersama dan terkoordinasi. Namun penanganannya selama ini cenderung parsial dan tidak berkelanjutan. Peran dunia usaha dan masyarakat pada umumnya juga belum optimal. Kerelawanan sosial dalam kehidupan masyarakat yang dapat menjadi sumber penting pemberdayaan dan pemecahan akar permasalahan kemiskinan juga mulai luntur. Untuk itu diperlukan perubahan yang bersifat sistemik dan menyeluruh dalam upaya penanggulangan kemiskinan.
Seperti yang banyak diketahui Indonesia adalah negara yang memiliki potensi yang sangat beraneka ragam bahkan mulai dari potensi agraris, perikanan maupun hasil alam yang lainnya. Hanya saja kekayaan yang sangat berlimpah tidak serta merta dapat mengangkat masyarakat Indonesia merasakan kehidupan yang layak. Pemerintah sebagai pembuat kebijakan telah berusaha mengusahakan berbagai cara untuk dapat mengurangi kemiskinan yang tumbuh cepat, berbagai aktivitas yang menamakan gerakan, program dan proyek kegiatan pemberdayaan telah dilaksanakan oleh pemerintah secara nasional.
Program dan proyek kegiatan pemberdayaan bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan dan juga membuka lapangan pekerjaan baru di setiap daerah. Keberhasilan program-program sebelumnya membuat pemerintah kembali berusaha untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja dengan mencanangkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), Seperti yang dikutip dari http://www.metrotvnews.com Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin 30 April 2007 meluncurkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM ) di Lapangan Vetu Lemo, Palu, Sulawesi Tengah. PNPM adalah sinergi program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat yang berada di departemen maupun lembaga lain di Indonesia.
Pada tahap Nasional Provinsi Jawa Tengah merupakan provinsi yang persebaran penduduk miskin yang masih tinggi, tercatat pada pada tahun 2004 menurut catatan TPKRI sebanyak 6.841.800 jiwa dengan jumlah penduduk miskin perkotaan sebanyak 2.344.500 jiwa, dan jumlah penduduk miskin perdesaan adalah 4.497.300 jiwa, diantaranya juga tersebar di kabupaten Sukoharjo.
Pada kurun waktu tahun 2000-2006 program penanggulan kemiskinan seperti Program Pengembangan Kecamatan mendapat tanggapan yang baik di Kabupaten Sukoharjo, bukti keberhasilan yang dapat dilihat adalah pengadaan sarana dan prasarana sesuai dengan harapan masyarakat seperti pembangunan sekolah, saluran irigasi, pelayanan kesehatan, pembetonan jalan, dan lain sebagianya.
Adanya keberhasilan dalam pelaksanaan program menunjukkan adanya partisipasi masyarakat, sehingga pada tahun 2008 sebanyak 6 kecamatan di Kabupaten Sukoharjo yaitu Kecamatan Weru, Kecamatan Tawangsari, Kecamatan Bulu, Kecamatan Polokarto, Kecamatan Bendosari dan Kecamatan Nguter mendapatkan bantuan PNPM-PPK sebagai upaya penanggulangan kemiskinan di tiap kecamatan.
Bantuan PNPM-PPK merupakan bantuan bergulir, dimana alokasi dan juga model atau macam bantuan distribusikan dimusyawarahkan terlebih dahulu oleh Musyawarah Antar Desa yang dibentuk oleh masyarakat sasaran PNPM adalah masyarakat miskin produktif.
Pendekatan PNPM-PPK sendiri merupakan pengembangan dari Program Pengembangan Kecamatan (PPK), yang selama ini dinilai berhasil. Beberapa keberhasilan PPK adalah berupa penyediaan lapangan kerja dan pendapatan bagi kelompok rakyat miskin, efisiensi dan efektivitas kegiatan, serta berhasil menumbuhkan kebersamaan dan partisipasi masyarakat.
Sejak resmi diluncurkan maka perlu diadakan semacam observasi untuk mengetahui seberapa jauh keberhasilan program PNPM-PPK khususnya Kegiatan Simpan Pinjam Khusus Perempuan dalam pemberdayaan dan partisipasi masyarakat desa miskin di Kabupaten Sukoharjo. Selain itu, keberhasilan program PNPM-PPK bisa menjadi indikator program pengentasan kemiskinan lainnya.

tingkat kemiskinan

http://tkpkri.org/kemiskinan-di-indonesia.html


Arsip

RSS turindra

  • PT Greenfields Indonesia job vacantion
    PT Greenfields Indonesia We are an agribusiness company with integrated Dairy Farm & Milk Processing Plant, located in Malang – East Java. To support our development program, we are looking for high quality fresh graduate to be trained in our Management Trainee Program (4th batch) for our milk processing factory. The trainees will be: · […]
    Azis Turindra
  • Memahami Wanita Melalui Bulan Lahir
      Memahami karakter pasangan merupakan hal terpenting agar tercipta keharmonisan dalam menjalani kehidupan terutama bagi yang berumah tangga. Bagi yang belum berumah tangga atau sedang berteman dengan wanita tidak ada salahnya untuk memahami mereka, karena wanita ingin di mengerti. Kami membahas karakteristik wanita berdasakan bulan lahir, mungkin hal ini sa […]
    Azis Turindra
  • MENGAPA ANAK DAN ORANGTUA ITU ‘GILA’ GAMES DAN TV?
    MENGAPA ANAK DAN ORANGTUA ITU ‘GILA’ GAMES DAN TV? By Munif Chatib “Pak Munif, anakku ‘gila; sama games, gimana cara menghentikannya?” “Pak Munif, anakku bilang: ‘TV is my life!” Betapa banyak kegalauan orangtua melihat anak-anaknya tersihir oleh games dan TV. Ketika saya tes ke teman-teman saya yang rata-rata berumur 40-an, untuk main games bola dengan […] […]
    Azis Turindra

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.